YOGYAKARTA –
Ada yang berbeda dengan suasana Musyawarah Kerja (Musker) internal Kantor
Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta, pada Kamis (31/07/2026).
Pimpinan dan seluruh karyawan, mulai dari penghulu, staf, hingga penyuluh
agama, menggelar rapat koordinasi langsung (on the spot) di titik lokasi
yang akan menjadi target pembangunan kantor.
Aksi turun langsung ke lapangan ini sengaja dilakukan untuk
menjaring aspirasi dan masukan riil dari para pegawai. Langkah ini dinilai
lebih efektif agar seluruh personel bisa melihat langsung kondisi spasial dan
memberikan gambaran tata ruang yang akurat terkait dua proyek utama: perluasan
ruang penyuluh agama dan pengadaan studio podcast edukasi.
Saat ini, kapasitas ruang penyuluh di KUA Gondomanan dinilai
kurang memadai dibanding jumlah personel yang ada. Melalui rembuk langsung di
area proyek, para penyuluh bisa menyampaikan langsung kebutuhan tata letak meja
kerja dan sirkulasi udara yang ideal demi menunjang kenyamanan tugas mereka.
Selain ruang kerja, area calon studio podcast juga
menjadi sorotan utama dalam tinjauan lapangan tersebut. KUA Gondomanan
berkomitmen menghadirkan ruang penyiaran digital yang representatif sebagai
pusat edukasi keagamaan dan penyiaran informasi layanan bagi masyarakat
Gondomanan secara modern.
"Sengaja kita bahas langsung di lokasi calon bangunan
agar semua pegawai punya bayangan yang sama. Kami ingin ruang penyuluh yang
baru nanti benar-benar fungsional karena personelnya banyak. Begitu juga dengan
studio podcast, tata letak akustik dan estetikanya kita rancang bersama
sejak awal di tempat ini," ujar Kepala KUA Gondomanan di sela-sela
peninjauan.
Melalui pendekatan partisipatif langsung di lokasi ini,
diharapkan cetak biru (blueprint) pembangunan KUA Gondomanan dapat
segera dieksekusi dengan matang. Hasil pembangunan ini ditargetkan mampu
meningkatkan kenyamanan internal pegawai sekaligus mendongkrak inovasi layanan
keagamaan di Kota Yogyakarta (by. Mhd)


