Senin, 30 Maret 2026

Penguatan Kinerja ASN, Kepala KUA Gondomanan Pimpin Rakor Bahas Analisis Beban Kerja dan Penyusunan RHK


 

Yogyakarta – Kepala KUA Kemantren Gondomanan, Mahmudi, S.Ag, memimpin rapat koordinasi rutin pada Senin, 30 Maret 2026, bertempat di Balai Nikah KUA Gondomanan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kinerja dan tata kelola administrasi yang profesional dan akuntabel di lingkungan KUA.

Dalam arahannya, Mahmudi menekankan pentingnya pembagian analisis beban kerja yang proporsional bagi setiap pegawai. Hal ini menjadi langkah strategis dalam memastikan efektivitas pelaksanaan tugas serta keselarasan antara target kinerja individu dan tujuan organisasi. Pembagian beban kerja yang tepat diharapkan mampu mendorong optimalisasi potensi sumber daya manusia di lingkungan KUA Gondomanan.

Selain itu, rapat koordinasi juga membahas secara khusus penyusunan Rencana Hasil Kerja (RHK) dalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Mahmudi mengingatkan agar setiap pegawai memahami indikator kinerja yang telah ditetapkan dan mampu menyusunnya secara terukur, realistis, serta berorientasi pada hasil. Dengan demikian, penyusunan SKP tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Senin, 16 Maret 2026

Perkuat Pilar Ekonomi dan Spiritual, KUA Gondomanan Gelar "Gema Hijrah" serta Pentasarufan Zakat UPZ

 


YOGYAKARTA – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan terus mengakselerasi program penguatan umat melalui aspek spiritual dan ekonomi. Pada hari ini, Senin (16/03/2026), KUA Gondomanan resmi menyelenggarakan kegiatan "Gema Hijrah" yang dirangkaikan dengan pentasarufan zakat dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Gondomanan di Balai Nikah KUA setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari rangkaian besar "The Most KUA Move for Sakinah Maslahat", sebuah gerakan transformatif yang bertujuan memperkokoh ketahanan keluarga dan kesejahteraan sosial di wilayah Kemantren Gondomanan.

Sinergi Majelis Taklim dan Takmir Masjid

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh puluhan peserta yang berasal dari anggota Majelis Taklim Qolbun Salim serta perwakilan takmir masjid dari seluruh kelurahan di Kemantren Gondomanan. Kehadiran para tokoh penggerak umat ini diharapkan dapat menjadi penyambung lidah program KUA hingga ke akar rumput.

Kepala KUA Gondomanan, Mahmudi, S.Ag., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme para peserta. Ia menegaskan bahwa KUA kini hadir dengan wajah baru yang lebih dinamis dan solutif.

"Gema Hijrah ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum bagi kita semua untuk berpindah menuju pola hidup yang lebih berkah, baik secara ekonomi melalui zakat, maupun secara spiritual. KUA berkomitmen menjadi fasilitator bagi terciptanya keluarga yang sakinah dan maslahat bagi lingkungan," ujar Mahmudi.

Pentasarufan Zakat dan Pembinaan Keagamaan

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pentasarufan (pendistribusian) zakat melalui UPZ Gondomanan. Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dan efektivitas pengelolaan dana umat untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus sebagai pilar pendukung ketahanan keluarga.

Usai sesi pentasarufan, acara dilanjutkan dengan pembinaan keagamaan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam fungsional, Suhartanto, S.Ag. Dalam materinya, Suhartanto menekankan pentingnya menjaga harmoni keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.

"Keluarga yang kuat adalah keluarga yang memiliki pondasi tauhid yang lurus dan kepedulian sosial yang tinggi. Zakat dan hijrah spiritual adalah kunci untuk mencapai keberkahan tersebut," papar Suhartanto dalam sesi pembinaan.

 Manifestasi KUA Move

Melalui program The Most KUA Move for Sakinah Maslahat, KUA Gondomanan membuktikan bahwa fungsi KUA telah melampaui urusan administratif semata. Dengan menggandeng Majelis Taklim dan perwakilan masjid, KUA Gondomanan optimis dapat menciptakan ekosistem masyarakat yang religius, mandiri, dan sejahtera.

Kamis, 05 Maret 2026

Perkuat Ketahanan Keluarga Sejak Dini, KUA Gondomanan Gelar BRUN bagi Remaja Masjid Fathul Qarib

 


YOGYAKARTA (KUA Gondomanan) – Dalam upaya membekali generasi muda dengan pemahaman berkeluarga yang matang, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN). Acara ini berlangsung khidmat di Ruang TPA Masjid Fathul Qarib pada Rabu (04/03/2026) malam, selepas pelaksanaan salat tarawih.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret implementasi program "The Most KUA Move For Sakinah Maslahat", sebuah inisiatif strategis yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI. Program ini bertujuan untuk mentransformasi peran KUA agar lebih proaktif dalam mewujudkan kemaslahatan keluarga di tengah masyarakat.

Edukasi Komprehensif dari Para Ahli

Sesi bimbingan diikuti dengan antusias oleh puluhan remaja masjid Fathul Qarib. Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, KUA Gondomanan menghadirkan panel pemateri yang terdiri dari para penyuluh profesional dengan kepakaran di bidangnya masing-masing:

  • Suhartanto, S.Ag. dan Samlawi Ersyad, S.Ag., membedah landasan spiritual dan kesiapan mental dalam membangun pondasi rumah tangga yang kokoh.
  • Astuti, S.H.I., memberikan edukasi terkait aspek legal formal pernikahan serta hak dan kewajiban suami-istri di mata hukum.
  • Achmad Muslih, S.Hum., menekankan pentingnya manajemen komunikasi dan kematangan psikologis bagi remaja sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Merespons Tantangan Zaman

Kepala KUA Gondomanan melalui para penyuluh menyatakan bahwa BRUN di sela rangkaian ibadah Ramadan ini sengaja dilakukan untuk menyasar kelompok usia produktif secara persuasif. Remaja tidak hanya diajak untuk memperdalam ibadah, tetapi juga dibekali literasi mengenai risiko pernikahan dini serta pentingnya perencanaan hidup yang terukur.

"Melalui program The Most KUA Move For Sakinah Maslahat, kami ingin memastikan bahwa KUA hadir di tengah masyarakat bukan sekadar sebagai tempat pendaftaran nikah, melainkan sebagai pusat edukasi ketahanan keluarga," ujar salah satu pemateri di sela kegiatan.

Kegiatan yang berakhir menjelang tengah malam ini diharapkan mampu menekan angka perceraian di masa depan serta menciptakan generasi yang siap membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah yang bermaslahat bagi bangsa.

Senin, 02 Maret 2026

Akselerasi Ketahanan Keluarga, KUA Gondomanan Gelar Bimbingan Sakinah Maslahat

 


YOGYAKARTA – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan kembali melakukan langkah proaktif dalam memperkuat fondasi sosial kemasyarakatan. Bertempat di Masjid Al-Muhsin, KUA Gondomanan menyelenggarakan agenda Bimbingan Keluarga Sakinah Maslahat pada Minggu, 1 Maret 2026.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gondomanan, Achmad Muslih, S.Hum., sebagai upaya strategis dalam memberikan edukasi berkelanjutan mengenai ketahanan keluarga di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.

Implementasi Nyata "The Most KUA Move"

Penyelenggaraan bimbingan ini merupakan implementasi nyata dan tindak lanjut dari program "The Most KUA Move For Sakinah Maslahat". Program unggulan tersebut menuntut peran KUA untuk lebih adaptif dan "menjemput bola" dalam memberikan pelayanan edukasi di luar kantor.

Dalam pemaparannya, Achmad Muslih menekankan bahwa keluarga sakinah bukan sekadar cita-cita domestik, melainkan fondasi utama bagi kemaslahatan umat yang lebih luas.

"Keluarga adalah unit terkecil masyarakat. Jika ketahanan di tingkat keluarga kokoh, maka ketahanan sosial bangsa akan ikut kuat. Melalui bimbingan ini, kita ingin setiap pasangan memiliki visi yang sama dalam membangun rumah tangga yang membawa manfaat (maslahat) bagi lingkungan sekitarnya," ujar Muslih di hadapan para peserta.

 

Fokus pada Komunikasi dan Manajemen Konflik

Agenda yang berlangsung khidmat di Masjid Al-Muhsin ini menyoroti beberapa poin krusial dalam kehidupan berumah tangga, di antaranya:

  • Komunikasi Asertif: Membangun dialog terbuka antara suami, istri, dan anak untuk meminimalisir ego sektoral.

  • Manajemen Konflik Domestik: Memberikan solusi berbasis nilai-nilai agama dalam menghadapi dinamika ekonomi dan sosial.

  • Pola Asuh (Parenting): Menanamkan pentingnya pendampingan spiritual bagi anak di era digital.

Respon Positif Masyarakat

Pemilihan hari Minggu sebagai waktu pelaksanaan dinilai sangat tepat karena memungkinkan kehadiran anggota keluarga secara lebih lengkap. Masjid Al-Muhsin pun menjadi saksi antusiasme warga yang ingin memperdalam pemahaman mereka mengenai literasi keluarga.

Langkah KUA Gondomanan ini diharapkan dapat menjadi role model bagi wilayah lain dalam upaya menekan angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sekaligus mewujudkan masyarakat Yogyakarta yang harmonis dan religius.