Senin, 16 Maret 2026

Perkuat Pilar Ekonomi dan Spiritual, KUA Gondomanan Gelar "Gema Hijrah" serta Pentasarufan Zakat UPZ

 


YOGYAKARTA – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan terus mengakselerasi program penguatan umat melalui aspek spiritual dan ekonomi. Pada hari ini, Senin (16/03/2026), KUA Gondomanan resmi menyelenggarakan kegiatan "Gema Hijrah" yang dirangkaikan dengan pentasarufan zakat dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Gondomanan di Balai Nikah KUA setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari rangkaian besar "The Most KUA Move for Sakinah Maslahat", sebuah gerakan transformatif yang bertujuan memperkokoh ketahanan keluarga dan kesejahteraan sosial di wilayah Kemantren Gondomanan.

Sinergi Majelis Taklim dan Takmir Masjid

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh puluhan peserta yang berasal dari anggota Majelis Taklim Qolbun Salim serta perwakilan takmir masjid dari seluruh kelurahan di Kemantren Gondomanan. Kehadiran para tokoh penggerak umat ini diharapkan dapat menjadi penyambung lidah program KUA hingga ke akar rumput.

Kepala KUA Gondomanan, Mahmudi, S.Ag., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme para peserta. Ia menegaskan bahwa KUA kini hadir dengan wajah baru yang lebih dinamis dan solutif.

"Gema Hijrah ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum bagi kita semua untuk berpindah menuju pola hidup yang lebih berkah, baik secara ekonomi melalui zakat, maupun secara spiritual. KUA berkomitmen menjadi fasilitator bagi terciptanya keluarga yang sakinah dan maslahat bagi lingkungan," ujar Mahmudi.

Pentasarufan Zakat dan Pembinaan Keagamaan

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pentasarufan (pendistribusian) zakat melalui UPZ Gondomanan. Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dan efektivitas pengelolaan dana umat untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus sebagai pilar pendukung ketahanan keluarga.

Usai sesi pentasarufan, acara dilanjutkan dengan pembinaan keagamaan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam fungsional, Suhartanto, S.Ag. Dalam materinya, Suhartanto menekankan pentingnya menjaga harmoni keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.

"Keluarga yang kuat adalah keluarga yang memiliki pondasi tauhid yang lurus dan kepedulian sosial yang tinggi. Zakat dan hijrah spiritual adalah kunci untuk mencapai keberkahan tersebut," papar Suhartanto dalam sesi pembinaan.

 Manifestasi KUA Move

Melalui program The Most KUA Move for Sakinah Maslahat, KUA Gondomanan membuktikan bahwa fungsi KUA telah melampaui urusan administratif semata. Dengan menggandeng Majelis Taklim dan perwakilan masjid, KUA Gondomanan optimis dapat menciptakan ekosistem masyarakat yang religius, mandiri, dan sejahtera.

Kamis, 05 Maret 2026

Perkuat Ketahanan Keluarga Sejak Dini, KUA Gondomanan Gelar BRUN bagi Remaja Masjid Fathul Qarib

 


YOGYAKARTA (KUA Gondomanan) – Dalam upaya membekali generasi muda dengan pemahaman berkeluarga yang matang, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN). Acara ini berlangsung khidmat di Ruang TPA Masjid Fathul Qarib pada Rabu (04/03/2026) malam, selepas pelaksanaan salat tarawih.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret implementasi program "The Most KUA Move For Sakinah Maslahat", sebuah inisiatif strategis yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI. Program ini bertujuan untuk mentransformasi peran KUA agar lebih proaktif dalam mewujudkan kemaslahatan keluarga di tengah masyarakat.

Edukasi Komprehensif dari Para Ahli

Sesi bimbingan diikuti dengan antusias oleh puluhan remaja masjid Fathul Qarib. Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, KUA Gondomanan menghadirkan panel pemateri yang terdiri dari para penyuluh profesional dengan kepakaran di bidangnya masing-masing:

  • Suhartanto, S.Ag. dan Samlawi Ersyad, S.Ag., membedah landasan spiritual dan kesiapan mental dalam membangun pondasi rumah tangga yang kokoh.
  • Astuti, S.H.I., memberikan edukasi terkait aspek legal formal pernikahan serta hak dan kewajiban suami-istri di mata hukum.
  • Achmad Muslih, S.Hum., menekankan pentingnya manajemen komunikasi dan kematangan psikologis bagi remaja sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Merespons Tantangan Zaman

Kepala KUA Gondomanan melalui para penyuluh menyatakan bahwa BRUN di sela rangkaian ibadah Ramadan ini sengaja dilakukan untuk menyasar kelompok usia produktif secara persuasif. Remaja tidak hanya diajak untuk memperdalam ibadah, tetapi juga dibekali literasi mengenai risiko pernikahan dini serta pentingnya perencanaan hidup yang terukur.

"Melalui program The Most KUA Move For Sakinah Maslahat, kami ingin memastikan bahwa KUA hadir di tengah masyarakat bukan sekadar sebagai tempat pendaftaran nikah, melainkan sebagai pusat edukasi ketahanan keluarga," ujar salah satu pemateri di sela kegiatan.

Kegiatan yang berakhir menjelang tengah malam ini diharapkan mampu menekan angka perceraian di masa depan serta menciptakan generasi yang siap membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah yang bermaslahat bagi bangsa.

Senin, 02 Maret 2026

Akselerasi Ketahanan Keluarga, KUA Gondomanan Gelar Bimbingan Sakinah Maslahat

 


YOGYAKARTA – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan kembali melakukan langkah proaktif dalam memperkuat fondasi sosial kemasyarakatan. Bertempat di Masjid Al-Muhsin, KUA Gondomanan menyelenggarakan agenda Bimbingan Keluarga Sakinah Maslahat pada Minggu, 1 Maret 2026.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gondomanan, Achmad Muslih, S.Hum., sebagai upaya strategis dalam memberikan edukasi berkelanjutan mengenai ketahanan keluarga di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.

Implementasi Nyata "The Most KUA Move"

Penyelenggaraan bimbingan ini merupakan implementasi nyata dan tindak lanjut dari program "The Most KUA Move For Sakinah Maslahat". Program unggulan tersebut menuntut peran KUA untuk lebih adaptif dan "menjemput bola" dalam memberikan pelayanan edukasi di luar kantor.

Dalam pemaparannya, Achmad Muslih menekankan bahwa keluarga sakinah bukan sekadar cita-cita domestik, melainkan fondasi utama bagi kemaslahatan umat yang lebih luas.

"Keluarga adalah unit terkecil masyarakat. Jika ketahanan di tingkat keluarga kokoh, maka ketahanan sosial bangsa akan ikut kuat. Melalui bimbingan ini, kita ingin setiap pasangan memiliki visi yang sama dalam membangun rumah tangga yang membawa manfaat (maslahat) bagi lingkungan sekitarnya," ujar Muslih di hadapan para peserta.

 

Fokus pada Komunikasi dan Manajemen Konflik

Agenda yang berlangsung khidmat di Masjid Al-Muhsin ini menyoroti beberapa poin krusial dalam kehidupan berumah tangga, di antaranya:

  • Komunikasi Asertif: Membangun dialog terbuka antara suami, istri, dan anak untuk meminimalisir ego sektoral.

  • Manajemen Konflik Domestik: Memberikan solusi berbasis nilai-nilai agama dalam menghadapi dinamika ekonomi dan sosial.

  • Pola Asuh (Parenting): Menanamkan pentingnya pendampingan spiritual bagi anak di era digital.

Respon Positif Masyarakat

Pemilihan hari Minggu sebagai waktu pelaksanaan dinilai sangat tepat karena memungkinkan kehadiran anggota keluarga secara lebih lengkap. Masjid Al-Muhsin pun menjadi saksi antusiasme warga yang ingin memperdalam pemahaman mereka mengenai literasi keluarga.

Langkah KUA Gondomanan ini diharapkan dapat menjadi role model bagi wilayah lain dalam upaya menekan angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sekaligus mewujudkan masyarakat Yogyakarta yang harmonis dan religius.

Sabtu, 28 Februari 2026

Perkuat Ketahanan Generasi Muda, KUA Gondomanan Gelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS)

 


YOGYAKARTA – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan terus menunjukkan komitmennya dalam membentengi moralitas generasi muda. Sebagai langkah konkret pasca-peluncuran program unggulan The Most KUA Move For Sakinah Maslahat, KUA Gondomanan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Masjid Al-Makmur pada Jumat, 27 Februari 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam fungsional KUA Gondomanan, Suhartanto, S.Ag., sebagai narasumber utama. Di hadapan puluhan remaja, Suhartanto menekankan pentingnya manajemen diri dan kesadaran akan risiko pergaulan bebas serta pernikahan dini yang kerap mengintai usia sekolah.

Transformasi Layanan melalui "KUA Move"

Kegiatan BRUS kali ini bukan sekadar agenda rutin. Menurut Suhartanto, inisiatif ini merupakan tindak lanjut langsung dari gerakan "The Most KUA Move For Sakinah Maslahat". Program ini dirancang untuk mentransformasi peran KUA agar tidak hanya melayani urusan administratif pernikahan, tetapi juga aktif melakukan preventif sosial di tengah masyarakat.

"Remaja adalah pilar masa depan. Melalui BRUS, kita ingin memastikan mereka memiliki bekal mental dan spiritual yang cukup untuk menghadapi tantangan zaman. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita mewujudkan keluarga sakinah yang maslahat sejak dini," ujar Suhartanto di sela-sela kegiatan.

Materi yang Relevan dan Dialogis

Dalam sesi bimbingan tersebut, materi disampaikan secara interaktif. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  • Literasi Pranikah: Memberikan pemahaman bahwa pernikahan memerlukan kematangan mental, ekonomi, dan fisik.

  • Self-Awareness: Mengajak remaja mengenali potensi diri agar terhindar dari perilaku negatif.

  • Moderasi Beragama: Menanamkan nilai-nilai agama yang inklusif dan menyejukkan.

Pemilihan Masjid Al-Makmur sebagai lokasi kegiatan juga bertujuan untuk mendekatkan figur remaja dengan rumah ibadah, menjadikannya pusat edukasi yang nyaman dan inklusif bagi pelajar di wilayah Gondomanan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, KUA Gondomanan berharap angka problematika remaja di wilayah tersebut dapat ditekan, sekaligus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

Selasa, 17 Februari 2026

Perkuat Sinergi dan Spiritualitas, Kepala KUA Gondomanan Hadiri Subuh Berjamaah Sambut Ramadhan 1447 H


Kepala KUA Gondomanan Yogyakarta, Mahmudi, S.Ag., menghadiri kegiatan Subuh Berjamaah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 04.15–05.30 WIB. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kodim 0734/Kota Yogyakarta tersebut bertempat di Masjid Siti Djirzanah, Jl. Margo Mulyo No. 25, Kelurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta. Sekitar 100 jamaah hadir, terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah wilayah, tokoh agama, serta masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0734/Kota Yogyakarta, Kasdim 0734/Kota Yogyakarta, unsur Forkopimtren Gondomanan, tokoh masyarakat, serta Kapolsek Gondomanan beserta jajaran. Rangkaian acara meliputi Sholat Subuh berjamaah, sambutan Dandim, tausiah Ramadhan bertema “Hikmah Ramadhan dan Kesiapan Spiritual Dalam Mengemban Tugas”, foto bersama, serta sarapan pagi bersama. Dalam sambutannya, Dandim menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara peningkatan kualitas ibadah dan pelaksanaan tugas, serta komitmen menjaga kondusivitas wilayah selama bulan Ramadhan.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus mempererat silaturahmi antara aparat dan masyarakat menjelang Ramadhan. Partisipasi aktif berbagai unsur, termasuk kepolisian dan tokoh agama, mencerminkan sinergitas yang solid dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga suasana Ramadhan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan.

 

Senin, 16 Februari 2026

Sinergi dan Kepedulian, KUA Gondomanan Sukseskan Geber BBM 2026 di Dua Masjid Bersejarah


Gerakan Bersama Bersih-Bersih Masjid (Geber BBM) yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta telah sukses dilaksanakan pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat instruksi resmi terkait Program Bersih-Bersih Masjid (BBM) Tahun 2026 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kota Yogyakarta sebagai bentuk penguatan kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah.

Di tingkat kemantren, KUA Gondomanan Yogyakarta menggelar aksi bersih-bersih di Masjid Darussalam Ngupasan dan Masjid Fathul Bayan Prawirodirjan. Kegiatan ini diikuti langsung oleh Kepala KUA, para penyuluh agama, serta seluruh staf KUA Gondomanan yang secara gotong royong membersihkan area dalam dan luar masjid demi menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, dan representatif bagi masyarakat.

Pelaksanaan Geber BBM ini tidak hanya menjadi bentuk implementasi instruksi pimpinan, tetapi juga wujud komitmen KUA Gondomanan dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani. Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan, tanggung jawab, dan pelayanan prima kembali ditegaskan sebagai bagian dari penguatan peran KUA dalam membina kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Kamis, 05 Februari 2026

Sinergi Dakwah Qur’ani, Bimbingan Al-Qur’an Majelis Taklim Muttaqien Pasar Beringharjo Kembali Digelar



 


YOGYAKARTA — Kegiatan bimbingan Al-Qur’an Majelis Taklim Muttaqien Pasar Beringharjo kembali terlaksana pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Penyuluh Agama KUA Kemantren Gondomanan sebagai bagian dari penguatan pembinaan keagamaan bagi jamaah masjid, khususnya warga sekitar dan para pedagang pasar Beringharjo yang secara rutin mengikuti majelis taklim.

Pada kesempatan tersebut, program unggulan hari Kamis berupa murottal Al-Qur’an dengan irama Rost (Roos) dipimpin oleh Ustadz Ngaliman, S.Ag. Sementara itu, jamaah yang masih dalam tahap pembelajaran Iqra’ mendapatkan pendampingan intensif dari para penyuluh agama lainnya, yakni Samlawi Ersyad, S.Ag., Achmad Muslih, S.Hum., serta Suhartanto, S.Ag. Bimbingan Al-Qur’an juga difokuskan kepada jamaah bapak-bapak guna meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an secara tartil dan berkelanjutan.

Kegiatan ini terwujud melalui kerja sama yang baik antara KUA Kemantren Gondomanan dengan Takmir Masjid Muttaqien Pasar Beringharjo. Sinergi tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang inklusif, membumi, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya komunitas pasar, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an dapat semakin hidup dalam keseharian jamaah.