Rabu, 08 Juli 2026

Sepenggal Kisah di KUA Gondomanan, Cinta Ketiga Seorang Pria


 Sepenggal Kisah di KUA Gondomanan

Cinta Ketiga Seorang Pria

Pagi itu, matahari mulai meninggi di langit Gondomanan, memancarkan cahaya hangat yang menyinari halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Gondomanan, Kota Yogyakarta. Suasana kantor masih terasa tenang ketika seorang pria paruh baya melangkah perlahan menuju meja pelayanan. Wajahnya tampak sedikit gugup, seolah menyimpan banyak pertanyaan.

"Selamat pagi, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" sapa Bu Intan dengan senyum ramah.

Pria itu menarik napas sejenak sebelum menjawab.

"Begini, Bu. Saya ingin mendaftarkan pernikahan. Ini... pernikahan saya yang ketiga."

Tanpa sedikit pun menunjukkan raut menghakimi, Bu Intan menerima map yang disodorkan. Ia memeriksa berkas satu per satu, kemudian mengangkat pandangannya dengan senyum yang tetap hangat.

"Baik, Pak. Namun, berkas yang Bapak bawa baru KTP dan Kartu Keluarga. Untuk pendaftaran pernikahan ketiga, masih ada beberapa dokumen yang perlu dilengkapi."

Pria itu tampak terkejut.

"Lho, saya kira cukup membawa identitas dan surat pengantar dari RT/RW saja, Bu. Istri pertama saya sudah meninggal, sedangkan dengan istri kedua saya sudah resmi bercerai."

Bu Intan kemudian mengambil brosur persyaratan nikah dan menjelaskan dengan sabar.

"Karena riwayat pernikahan Bapak seperti itu, ada beberapa dokumen yang wajib dipenuhi agar proses pencatatan pernikahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku."

Pria itu mulai memperhatikan dengan saksama.

"Dokumen apa saja, Bu?"

"Pertama," jelas Bu Intan, "Bapak perlu membawa Akta Kematian asli istri pertama yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil."

"Baik, Bu."

"Kedua, karena pernikahan kedua berakhir dengan perceraian, Bapak wajib melampirkan Akta Cerai asli yang diterbitkan oleh Pengadilan Agama. Apabila perceraian hanya dilakukan secara agama atau di bawah tangan tanpa putusan pengadilan, maka KUA tidak dapat memproses pendaftaran pernikahan."

Pria itu mengangguk pelan.

"Berarti semuanya harus berupa dokumen resmi dari instansi yang berwenang, ya Bu?"

"Betul sekali, Pak," jawab Bu Intan. "Kemudian yang ketiga, Bapak perlu mengurus surat pengantar dari kelurahan. Surat tersebut akan menerangkan status perkawinan Bapak saat ini sehingga administrasi pernikahan dapat diproses secara tertib dan memiliki kepastian hukum."

Penjelasan yang jelas dan pelayanan yang ramah membuat raut wajah pria itu berubah menjadi lega.

"Alhamdulillah, sekarang saya mengerti. Terima kasih banyak atas penjelasannya, Bu."

"Sama-sama, Pak. Kami siap membantu. Silakan lengkapi persyaratannya terlebih dahulu, nanti kami akan melanjutkan proses pendaftarannya."

Pria itu pun berpamitan sambil tersenyum. Langkahnya yang semula ragu kini terasa lebih mantap. Ia meninggalkan KUA Gondomanan dengan membawa pemahaman baru bahwa setiap persyaratan bukanlah untuk mempersulit, melainkan untuk memberikan kepastian hukum, perlindungan bagi para pihak, dan tertib administrasi negara.

Di KUA Gondomanan, setiap pelayanan bukan sekadar mengurus dokumen, tetapi juga menghadirkan kepastian, ketenangan, dan harapan bagi setiap awal perjalanan sebuah keluarga.(HK)

Penyuluh Agama Islam KUS Gondomanan Senam Ceria & Menari Bersama Pendidik PAUD, KB, TPA se-Kemantren Gondomanan


GONDOMANAN – Dalam rangka mempererat kebersamaan dan meningkatkan kebugaran, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Kemantren Gondomanan menggelar kegiatan "Senam Ceria & Menari Bersama Pendidik PAUD, KB, TPA se-Kemantren Gondomanan". Acara ini berlangsung meriah pada Rabu (8/7/2026) pagi di Pendopo Krido Karyo Kemantren Gondomanan. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran struktural kemantren, para lurah, Puskesmas, Bunda PAUD, serta para pendidik anak usia dini. Kepala KUA Kemantren Gondomanan yang berhalangan hadir diwakili oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gondomanan, Astuti, S.H.I. 




Dipimpin langsung oleh Mantri Pamong Praja Kemantren Gondomanan, Cahya Wijayanta, S.Sos. M.I.P , agenda ini diselenggarakan oleh Jawatan Sosial. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang kompak mengenakan pakaian olahraga identitas lembaga masing-masing. Sepanjang acara, para peserta tampak antusias mengikuti tiga materi utama yang dipandu oleh narasumber, yaitu: Senam Sehat Gembira, Senam 7 KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Sehat) dan Menari Kreasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik PAUD, KB, dan TPA di wilayah Gondomanan dapat terus menjaga kebugaran fisik serta membawa semangat keceriaan tersebut ke lingkungan belajar anak-anak usia dini.

 

Selasa, 07 Juli 2026

Tingkatkan Kapasitas dan Soliditas, Penyuluh Agama Islam KUA Gondomanan Ikuti Capacity Building Pokjaluh Kota Yogyakarta



Yogyakarta – Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat soliditas organisasi, seluruh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan mengikuti kegiatan Capacity Building yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja (Pokjaluh) ASN Penyuluh Agama Islam Kota Yogyakarta. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026, di kawasan Jaka Garong, Turi, Sleman, dan diikuti oleh penyuluh agama Islam dari seluruh KUA se-Kota Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan Musyawarah Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kota Yogyakarta dalam menyongsong pemilihan Pengurus Pokjaluh Periode 2026–2029. Berdasarkan Surat Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Nomor 1325/Kk.12.05/1/KP.00/7/2026, KUA Gondomanan menugaskan empat penyuluh, yaitu Suhartanto, S.Ag. (Penyuluh Agama Ahli Muda), Astuti, S.H.I., Achmad Muslih, S.Hum., dan Samlawi Ersyad, S.Ag. (masing-masing Penyuluh Agama Ahli Pertama).

Selain berfokus pada pengembangan kompetensi profesional, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah, memperkuat kolaborasi, serta membangun semangat kebersamaan antarpenyuluh agama Islam di Kota Yogyakarta. Diharapkan, melalui peningkatan kapasitas dan sinergi tersebut, para penyuluh semakin optimal dalam menjalankan tugas pembinaan, bimbingan, dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat, sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, berkualitas, dan berdampak.

Satu Huruf Beda, Berkas Ditunda: KUA Gondomanan Kedepankan Akurasi Administrasi Berkas Nikah



YOGYAKARTA – Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mewujudkan tertib administrasi kependudukan. Salah satu aspek paling krusial dalam  layanan ini adalah proses pemeriksaan berkas pendaftaran nikah. Guna memastikan validitas dokumen negara tersebut, petugas PTSP dituntut memiliki tingkat ketelitian ekstra tinggi, terutama saat menyelaraskan nama dan ejaan calon pengantin di berbagai dokumen.

Dalam praktiknya, petugas kerap menemukan perbedaan ejaan nama antara KTP, Kartu Keluarga (KK), Ijazah, hingga Akta Kelahiran. Perbedaan sekecil satu huruf atau variasi penulisan—seperti antara Muhamad, Muhammad, dan Mohammad—tidak dapat diabaikan begitu saja. Jika dibiarkan, ketidaksinkronan data ini berpotensi memicu masalah hukum yang serius di kemudian hari, seperti terhambatnya pengurusan paspor, administrasi perbankan, dokumen anak, hingga hak waris.

Menyikapi hal tersebut, petugas PTSP KUA Gondomanan menerapkan validasi  secara jeli sejak berkas pertama kali diterima. Apabila ditemukan ketidaksesuaian data, petugas akan langsung mengedukasi dan meminta calon pengantin untuk melakukan klarifikasi atau perbaikan data ke Dinas Dukcapil terlebih dahulu. Langkah preventif ini menegaskan bahwa ketelitian KUA Gondomanan bukan sekadar urusan birokrasi semata, melainkan wujud perlindungan hak-hak hukum dan jaminan kepastian data bagi setiap pasangan yang akan membina rumah tangga.

Demi kelancaran proses akad nikah, KUA Kemantren Gondomanan mengimbau seluruh calon pengantin untuk memeriksa kembali keselarasan nama dan ejaan pada seluruh dokumen pribadi sebelum mendaftarkan pernikahan. Pastikan data di KTP, KK, Akta Kelahiran, dan Ijazah sudah sama persis tanpa ada perbedaan satu huruf pun. Mari bersama-sama wujudkan tertib administrasi demi kenyamanan masa depan.(HK)

KUA Gondomanan Dukung Kota Wakaf Produktif, Usulkan Pembangunan Rusun Berbasis Tanah Wakaf untuk Pemberdayaan Umat


 

KUA Kecamatan Gondomanan turut berpartisipasi aktif dalam Wawancara Program Kota Wakaf Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula I Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI dalam rangka seleksi dan penguatan implementasi Program Kota Wakaf Tahun 2026. Kepala KUA Gondomanan hadir sebagai peserta bersama berbagai pemangku kepentingan guna memaparkan kesiapan dan potensi pengembangan wakaf produktif di wilayah Kecamatan Gondomanan.

Dalam kesempatan tersebut, KUA Gondomanan mengusulkan program pembangunan rumah susun (rusun) di atas tanah wakaf seluas kurang lebih 840 m² yang berlokasi di Kelurahan Prawirodirjan. Konsep pengembangan ini dirancang sebagai kawasan wakaf produktif yang mencakup 18 unit hunian bagi keluarga, dilengkapi dengan pondok pesantren serta fasilitas sosial sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Gagasan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf agar memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan keagamaan secara berkelanjutan.




Partisipasi KUA Gondomanan dalam Program Kota Wakaf merupakan wujud komitmen untuk mendukung tata kelola wakaf yang profesional, transparan, dan akuntabel. Melalui sinergi antara pemerintah, nazir, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat, diharapkan program ini mampu menghadirkan model pengelolaan wakaf produktif yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan umat serta memperkuat pembangunan sosial keagamaan di Kota Yogyakarta.

Senin, 06 Juli 2026

KUA Gondomanan Awali Pekan dengan Tadarus dan Rakordasi, Perkuat Integritas serta Kinerja ASN


Yogyakarta – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan mengawali aktivitas pekan pertama bulan Juli dengan kegiatan tadarus Al-Qur'an yang dilanjutkan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakordasi) pada Senin (6/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Nikah KUA Gondomanan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUA Gondomanan, Mahmudi, S.Ag., dan diikuti oleh seluruh aparatur KUA sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi.

Dalam arahannya, Mahmudi menegaskan pentingnya implementasi nilai-nilai BerAKHLAK sebagai core values Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, ASN Kementerian Agama dituntut tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, loyalitas, kolaborasi, serta memberikan pelayanan yang humanis dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Momentum Rakordasi juga dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga disiplin, etos kerja, dan semangat kebersamaan di lingkungan KUA Gondomanan.

Selain penguatan nilai-nilai ASN, rapat membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya pembaruan (update) data SIMPEG agar seluruh data kepegawaian tetap akurat dan mutakhir, serta percepatan penyusunan laporan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang menjadi bagian penting dalam penilaian kinerja ASN. Melalui kegiatan rutin ini, KUA Gondomanan berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui koordinasi yang efektif serta budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai Kementerian Agama.

Jumat, 03 Juli 2026

KUA Gondomanan Turut Sukseskan Program Jogja Cling, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat Bersama Forkopimtren


Yogyakarta (3/7/2026) – KUA Kemantren Gondomanan turut berpartisipasi dalam kegiatan Program Unggulan Kodim 0734/Kota Yogyakarta "Jogja Cling" yang dilaksanakan pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan diawali dengan apel dan titik kumpul di depan Pasar Pathuk, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Ngupasan, kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih di kawasan Pasar Pathuk, Jalan Beskalan, hingga sepanjang Jalan Bhayangkara. Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimtren Gondomanan, instansi pemerintah, TNI-Polri, serta masyarakat sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan KUA Gondomanan bersama peserta lainnya bergotong royong membersihkan rumput liar, mengumpulkan sampah anorganik, serta membersihkan saluran di sepanjang jalur kegiatan. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan tampak dari antusiasme seluruh peserta yang bekerja bahu-membahu menciptakan kawasan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Kepala KUA Gondomanan menyampaikan bahwa keikutsertaan KUA dalam Program Jogja Cling merupakan implementasi nilai-nilai kepedulian sosial dan Ekoteologi, yang mendorong umat untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi lintas sektor ini diharapkan semakin tumbuh budaya gotong royong serta kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan demi mewujudkan Gondomanan yang bersih, sehat, dan asri.