Kamis, 25 Juni 2026

Kepala KUA Gondomanan Terima Tim Peneliti UIN Sunan Ampel Surabaya, Bahas Transformasi KUA Berbasis Inklusi


 

Yogyakarta (25/6/2026) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan, Mahmudi, S.Ag., menerima kunjungan tim peneliti dari Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya pada Kamis (25/6/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang Kepala KUA Gondomanan tersebut menjadi bagian dari kegiatan penelitian terkait pengembangan layanan KUA yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Tim peneliti yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Magister Hukum Keluarga Islam UIN Sunan Ampel Surabaya melakukan survei lokasi dan pengumpulan data dalam rangka penelitian bertema “Transformasi Kantor Urusan Agama Berbasis Inklusi di Jawa Timur.” Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Mahmudi menyampaikan berbagai informasi mengenai pelaksanaan layanan keagamaan, inovasi pelayanan, serta upaya KUA Gondomanan dalam menghadirkan pelayanan yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Mahmudi menyambut baik kegiatan penelitian tersebut dan berharap hasil penelitian dapat memberikan kontribusi positif bagi penguatan peran KUA sebagai institusi pelayanan publik yang profesional, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan KUA menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan keagamaan sekaligus memperkuat fungsi KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang dekat dengan masyarakat.


Rabu, 24 Juni 2026

KUA Gondomanan Edukasi Masyarakat: Janda dan Duda Wajib Memenuhi Ketentuan Masa Idah Sebelum Menikah Kembali


 

Yogyakarta – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gondomanan terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ketentuan pernikahan sesuai syariat Islam dan peraturan perundang-undangan. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh calon pengantin berstatus janda atau duda adalah pemenuhan masa idah serta kelengkapan dokumen yang menjadi syarat sebelum melangsungkan pernikahan kembali.

Kepala KUA Gondomanan menjelaskan bahwa bagi perempuan yang berstatus janda, baik karena perceraian maupun ditinggal wafat suami, terdapat masa idah yang wajib dijalani sebelum dapat menikah kembali. Selain itu, bagi duda cerai hidup yang akan menikah dengan perempuan lain, pelaksanaan pernikahan juga harus memperhatikan ketentuan yang berlaku terkait masa idah mantan istrinya. Di samping itu, calon pengantin wajib melengkapi dokumen pendukung, seperti Akta Cerai bagi yang bercerai atau Akta Kematian pasangan bagi yang ditinggal wafat.

Melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, KUA Gondomanan berharap calon pengantin dapat memahami pentingnya tertib administrasi dan kepatuhan terhadap syariat dalam proses pernikahan. Dengan terpenuhinya seluruh persyaratan dan ketentuan yang berlaku, pernikahan dapat dilaksanakan secara sah, tertib, serta menjadi langkah awal dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Selain memberikan kepastian hukum, pemenuhan masa idah juga merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai agama yang menjadi dasar kehidupan berkeluarga dalam Islam.

Selasa, 23 Juni 2026

Staff dan Penyuluh PPPK KUA Gondomanan Ikuti Bimtek IT Kemenag Kota Yogyakarta


Staff dan penyuluh PPPK KUA Gondomanan mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kecakapan Teknologi Informasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Kegiatan ini resmi dimulai pada 23 Juni 2026 dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi digital aparatur di lingkungan Kementerian Agama.

Bimtek dilaksanakan di Laboratorium Komputer MAN 1 Yogyakarta dan direncanakan berlangsung selama enam hari ke depan. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali berbagai materi terkait pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung tugas kedinasan, termasuk pengelolaan data, penggunaan aplikasi perkantoran, serta optimalisasi sistem kerja berbasis digital.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para staff dan penyuluh PPPK KUA Gondomanan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara lebih efektif dan profesional. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi digital di lingkungan Kementerian Agama Kota Yogyakarta.


 

Penyuluh KUA Gondomanan Ikuti Bimtek Penyusunan RKT-RKO di Kemenag Kota Yogyakarta



KUA Gondomanan – Dalam rangka meningkatkan profesionalitas dan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan, Astuti, S.H.I. dan Achmad Muslih, S.Hum., menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta.

Kegiatan strategis yang mengusung tema "Penguatan Kompetensi Penyuluh Melalui Penyusunan RKT dan RKO Yang Berkualitas" ini berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, bertempat di Aula I Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Jalan Ki Mangunsarkoro Nomor 43 A, Pakualaman.

Dalam suasana serius namun interaktif, kedua penyuluh dari KUA Gondomanan tersebut bergabung bersama puluhan penyuluh agama se-Kota Yogyakarta lainnya. Sesuai dengan instruksi undangan, para peserta hadir tepat waktu sejak pukul 07.30 WIB dengan membawa laptop masing-masing untuk langsung mempraktikkan penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja Operasional (RKO) yang lebih terukur, sistematis, dan berkualitas.

Komitmen untuk mengikuti Bimtek ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi performa penyuluhan keagamaan di wilayah Gondomanan, sehingga program-program bimbingan masyarakat Islam ke depan dapat berjalan dengan lebih optimal, transparan, dan akuntabel sejalan dengan semangat wilayah bebas korupsi dan birokrasi bersih melayani yang dijunjung tinggi oleh Kemenag Kota Yogyakarta.

Senin, 22 Juni 2026

Penyuluh Agama Gondomanan Hadiri Heritage Walking Tour Sayidan, Perkuat Kerukunan dan Kebersamaan


Yogyakarta (KUA Gondomanan) – Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Gondomanan, Suhartanto, S.Ag., menghadiri kegiatan Gelar Heritage Walking Tour yang diselenggarakan masyarakat Kampung Sayidan pada Ahad (21/6/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Tepung, Srawung, Dunung” sebagai upaya memperkuat kebersamaan, kerukunan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


 

KUA Gondomanan Mantapkan Mental Calon Pengantin Lewat Bimwin Mandiri


Gondomanan – Bertempat di Balai Nikah KUA Kemantren Gondomanan, dua Penyuluh Agama Islam fungsional, Suhartanto, S.Ag. dan Samlawi Ersyad, S.Ag., turun langsung memberikan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) secara mandiri bagi para calon pengantin (catin) pada Senin (22/6/2026).

Dalam sesinya, Suhartanto, S.Ag. memaparkan materi krusial mengenai manajemen konflik dan pentingnya komunikasi dua arah dalam keluarga.

"Pernikahan itu bukan akhir dari cerita cinta, melainkan awal dari perjuangan bersama. Kunci utamanya adalah menurunkan ego dan memperkuat jembatan komunikasi saat menghadapi badai rumah tangga," tegas Suhartanto.

Sementara itu, Samlawi Ersyad, S.Ag. memperkuat dari sisi spiritual dan hukum perkawinan. Ia membekali para catin dengan pemahaman tentang hak dan kewajiban suami-istri demi mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.

Program Bimwin Mandiri ini menjadi salah satu layanan unggulan KUA Gondomanan untuk menekan angka perceraian sekaligus mencetak generasi masa depan yang berkualitas, dimulai dari fondasi keluarga yang sehat dan religius.

Minggu, 21 Juni 2026

Sinergi KUA & Posyandu Remaja Gondomanan Cegah Kenakalan Remaja


Gondomanan – Pada Ahad (21/6/2026), Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Gondomanan, Samlawai Ersyad, S.Ag., hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Posyandu Remaja Kelurahan Prawirodirjan. Bertempat di Balai RW 11 Prawirodirjan, Gondomanan, Yogyakarta, ia memberikan pembekalan intensif mengenai pentingnya membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan.

Dalam pemaparannya, Samlawai Ersyad menekankan bahwa kesehatan remaja tidak hanya diukur dari fisik semata, melainkan juga dari kesehatan mental dan spiritual. Benteng terkuat seorang remaja dalam menghadapi godaan kenakalan—seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga aksi kekerasan jalanan—adalah fondasi keimanan yang kokoh.

"Lewat wadah Posyandu Remaja ini, kita tidak hanya memantau kesehatan fisik, tetapi juga menyuntikkan 'vaksin spiritual'. Kenakalan remaja sering kali berakar dari kekosongan jiwa dan salahnya memilih lingkungan pergaulan. Agama hadir sebagai kompas penunjuk arah agar adik-adik tidak tersesat," ujar Samlawai di hadapan para remaja yang hadir.

Ia juga mengajak para peserta untuk lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial, serta mengisi waktu luang dengan kegiatan yang produktif di lingkungan masyarakat, seperti aktif dalam kegiatan karang taruna maupun remaja masjid.

Kegiatan Posyandu Remaja yang berlangsung hangat dan dialogis ini mendapat sambutan positif dari pengurus RW 11 dan tokoh masyarakat Prawirodirjan. Sinergi antara pemantauan kesehatan dan bimbingan agama seperti ini diharapkan dapat dilakukan secara berkesinambungan demi menciptakan generasi muda Gondomanan yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.