Selasa, 01 September 2026

Tingkatkan Sinergi Perlindungan Masyarakat, Penyuluh KUA Gondomanan Hadiri Kegiatan Peningkatan Kapasitas FPKK Kemantren



Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Gondomanan, Astuti, S.H.I., menghadiri sekaligus berpartisipasi aktif dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Forum Penanganan Korban Kekerasan (FPKK) Kemantren. Acara yang mengusung tema "Satu Frekuensi, Terhubung untuk Melindungi" ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta pada Selasa (1/9/2026) di Ruang Bima, Kompleks Balaikota Yogyakarta.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, S.STP., M.I.P., ini bertujuan memperkuat koordinasi dan kapasitas para pemangku kepentingan dalam penanganan serta pencegahan kekerasan di wilayah Kota Yogyakarta. Pertemuan ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait, mulai dari jajaran DP3AP2KB, UPT PPA, narasumber ahli, Forum PUSPA, hingga perwakilan FPKK Kemantren se-Kota Yogyakarta yang terdiri atas unsur Mitra Keluarga, Satgas Sigrak, PATBM/Relawan SAPA, serta Penyuluh Agama.

Dalam kesempatan tersebut, Astuti, S.H.I., menegaskan komitmen KUA Gondomanan untuk terus bersinergi dengan seluruh pihak dalam upaya pencegahan kekerasan dan perlindungan keluarga. Melalui pendekatan keagamaan dan edukasi masyarakat secara berkesinambungan, peran Penyuluh Agama diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga serta menciptakan lingkungan yang aman dan responsif terhadap isu-isu kekerasan di tingkat wilayah.

Senin, 31 Agustus 2026

Bukan Sekadar Pindah Ruang, KUA Gondomanan Buka Babak Baru Pelayanan dengan Ayat Suci Al-Qur’an


 

Yogyakarta — Sebuah ruang baru bukan sekadar empat dinding dan meja kerja. Di dalamnya ada harapan, amanah, dan janji untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Semangat itulah yang terasa ketika KUA Gondomanan mengawali kegiatan Rokordasi dan menempati ruang kerja baru dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, Senin (31/8/2026).

Suasana khidmat mengawali kegiatan. Qiroatul Qur’an menjadi pembuka sebelum jajaran KUA Gondomanan memulai rangkaian Rokordasi dan menempati ruang kerja yang baru. Lantunan ayat suci tersebut seolah menjadi penanda bahwa perpindahan ruang tidak boleh berhenti pada perubahan tempat, tetapi harus menjadi momentum perubahan semangat dan peningkatan kualitas pengabdian.

Bagi KUA Gondomanan, ruang baru menghadirkan makna yang lebih dalam. Ia menjadi simbol dimulainya babak baru pelayanan keagamaan yang lebih tertib, nyaman, profesional, dan humanis.

“Ruang boleh berganti, tetapi yang paling penting adalah semangat pengabdian juga harus diperbarui. Kita ingin ruang baru ini menjadi tempat lahirnya pelayanan yang semakin baik dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Kepala KUA Gondomanan.

Dari Ruang Baru Menuju Pelayanan yang Lebih Bermakna

Rokordasi menjadi bagian penting dalam momentum tersebut. Koordinasi dan konsolidasi internal dilakukan untuk memperkuat sinergi jajaran KUA Gondomanan dalam menjalankan berbagai tugas pelayanan kepada masyarakat.

Pelayanan KUA bukan hanya tentang administrasi dan dokumen. Di balik setiap berkas pernikahan, ada pasangan yang sedang memulai kehidupan baru. Di balik konsultasi keluarga, ada persoalan rumah tangga yang membutuhkan pendampingan. Di balik bimbingan keagamaan, ada masyarakat yang berharap mendapatkan arah dan ketenangan.

Karena itu, kualitas pelayanan tidak cukup hanya diukur dari seberapa cepat sebuah urusan diselesaikan, tetapi juga dari seberapa manusiawi masyarakat diperlakukan ketika datang mencari pelayanan.

Ruang baru diharapkan mampu menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif bagi seluruh jajaran KUA Gondomanan. Kenyamanan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi energi positif untuk memberikan pelayanan yang lebih ramah, responsif, dan profesional.

Al-Qur’an sebagai Titik Awal Pengabdian

Dipilihnya qiroatul Qur’an sebagai pembuka kegiatan juga memiliki pesan simbolik yang kuat.

Al-Qur’an menjadi pengingat bahwa pekerjaan dan pelayanan publik bukan semata-mata rutinitas administratif, tetapi juga amanah yang kelak dipertanggungjawabkan.

Dengan mengawali langkah di ruang baru melalui ayat-ayat suci, KUA Gondomanan ingin menanamkan semangat bahwa bekerja dengan integritas, melayani dengan ketulusan, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab merupakan bagian dari pengabdian kepada Allah SWT sekaligus kepada masyarakat.

“Semoga dari ruang ini lahir pelayanan yang membawa kemudahan, ketenangan, dan kemaslahatan. Kita awali dengan Al-Qur’an, kita jalankan dengan amanah, dan kita tutup setiap pekerjaan dengan hasil terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.

Ruang Baru, Amanah Baru

Menempati ruang baru pada akhirnya bukan tentang berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi refleksi sekaligus deklarasi kecil untuk memperbarui komitmen pelayanan.

KUA Gondomanan ingin memastikan bahwa setiap masyarakat yang datang tidak hanya mendapatkan layanan yang benar secara administrasi, tetapi juga memperoleh pengalaman pelayanan yang ramah, cepat, jelas, mudah, dan bermartabat.

Sebab, bagi masyarakat, satu pelayanan mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun bagi mereka yang sedang mengurus pernikahan, menghadapi persoalan keluarga, atau membutuhkan bimbingan keagamaan, beberapa menit tersebut bisa menjadi bagian penting dari perjalanan hidup mereka.

Dari ruang baru itulah KUA Gondomanan menatap langkah berikutnya: bekerja lebih solid, melayani lebih humanis, dan mengabdi lebih ikhlas.

Bukan sekadar ruang baru. Ini adalah awal dari semangat baru untuk pelayanan yang lebih bermakna.

Awali Pekan dengan Tadarus, KUA Gondomanan Matangkan Kinerja dan Persiapan STQH Kota Yogyakarta


 YOGYAKARTA (KUA Gondomanan) — Mengawali aktivitas pekan ini dengan semangat kebersamaan dan peningkatan kinerja, KUA Kemantren Gondomanan menggelar rapat koordinasi rutin setiap Senin pada 31 Agustus 2026. Kegiatan yang diawali dengan tadarus Al-Qur’an tersebut diikuti oleh seluruh pegawai KUA Gondomanan dan berlangsung di ruang baru yang direncanakan menjadi ruang podcast KUA Gondomanan.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Kepala KUA Gondomanan, Mahmudi, S.Ag., menyampaikan pentingnya peningkatan kinerja dan profesionalitas seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Rakor menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus menyatukan langkah, sehingga setiap program dan tugas pelayanan dapat dilaksanakan secara optimal, efektif, dan penuh tanggung jawab.


Selain membahas peningkatan kinerja, rakor juga mematangkan persiapan pengiriman peserta Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) tingkat Kota Yogyakarta yang akan dilaksanakan pada 5 September 2026. Kesiapan jumlah peserta, seragam, hingga transportasi menjadi beberapa hal yang dibahas untuk memastikan seluruh peserta dari Kemantren Gondomanan dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan membawa semangat terbaik dalam ajang tersebut.

Rabu, 26 Agustus 2026

Sinergi Wakaf Produktif, KUA Gondomanan Dukung Pemberdayaan Kampung Reforma Prawirodirjan


 

YOGYAKARTA (KUA Gondomanan) — KUA Kemantren Gondomanan menjadi tuan rumah Musyawarah Pembahasan Rencana Pemberdayaan Kampung Reforma Prawirodirjan yang diinisiasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (26/8/2026). Bertempat di Balai Nikah KUA Gondomanan, musyawarah yang dipimpin Ketua BWI DIY, Drs. H. Misbahrudin, tersebut membahas langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi tanah wakaf dan aset keagamaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Prawirodirjan.

Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur Kementerian Agama, Badan Pertanahan Nasional (BPN), pemerintah kemantren dan kelurahan, hingga lembaga pengelola zakat dan wakaf serta tokoh masyarakat. Kepala KUA Kemantren Gondomanan bersama para Penyuluh Agama Islam menegaskan komitmen untuk mendukung pendataan, pengamanan legalitas aset wakaf, serta pendampingan masyarakat guna membangun ekosistem wakaf produktif yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.

Melalui musyawarah tersebut, para pihak menyepakati langkah awal berupa pemetaan status tanah wakaf, penyusunan rencana pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, dan pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan kolaborasi BWI DIY, Kemenag, BPN, pemerintah wilayah, serta lembaga zakat dan wakaf, Kampung Reforma Prawirodirjan diharapkan dapat berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis wakaf produktif yang mandiri, berkelanjutan, dan memberikan kemaslahatan bagi umat.


Minggu, 23 Agustus 2026

Staf KUA Gondomanan Ikut dan Hadir Jalan Sehat, Senam, dan Pentas Seni HUT ke-81 RI di Kampung Sayidan


Yogyakarta – Warga Kampung Sayidan menggelar rangkaian kegiatan meriah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Minggu pagi, 23 Agustus 2026. Dimulai pukul 07.00 WIB, kegiatan yang mengusung tema kebersamaan ini menghadirkan jalan sehat, senam bersama, hingga pentas seni yang diikuti antusias oleh warga dari berbagai kalangan usia. Staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gondomanan, Novi Siti Fatonah, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan dan sinergi lintas sektoral dalam memeriahkan semangat kemerdekaan di tingkat kampung.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini turut dihadiri sejumlah tamu undangan penting, di antaranya Mantri Pamong Praja atau Camat Gondomanan, Kepala Puskesmas setempat, serta perwakilan dari berbagai unsur lintas sektoral lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan, sekaligus mempererat hubungan antara instansi pemerintah dengan warga dalam menyambut hari kemerdekaan bangsa.


Rangkaian acara jalan sehat, senam, dan pentas seni di Kampung Sayidan ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kebersamaan warga dalam merayakan kemerdekaan. Selain menyehatkan jasmani melalui olahraga bersama, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas sektoral yang mempererat sinergi antara pemerintah kecamatan, layanan kesehatan, KUA, dan masyarakat, sejalan dengan semangat HUT ke-81 RI yang mengedepankan persatuan dan kebersamaan.

Penyuluh KUA Gondomanan Hadir dan Meriahkan Pentas Seni HUT ke-81 RI di Yudhonegaran


 Yogyakarta – Suasana penuh semangat kebangsaan mewarnai kawasan Yudhonegaran pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Penyuluh Agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gondomanan, Suhartanto, turut hadir dalam kegiatan Pentas Seni yang digelar warga setempat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara yang berlangsung mulai pukul 18.30 WIB ini menjadi ajang kebersamaan masyarakat untuk merayakan semangat kemerdekaan melalui berbagai penampilan seni dan budaya.

Kehadiran Suhartanto dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen KUA Gondomanan untuk senantiasa dekat dan bersinergi dengan masyarakat, tidak hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan yang mempererat tali persaudaraan antarwarga. Pentas seni yang menampilkan berbagai kreativitas warga Yudhonegaran ini disambut antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, yang turut memeriahkan malam perayaan kemerdekaan tersebut.

Melalui kehadiran para tokoh dan penyuluh agama dalam kegiatan semacam ini, diharapkan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan dapat terus tertanam kuat di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Kegiatan Pentas Seni HUT ke-81 RI di Yudhonegaran ini pun menjadi bukti nyata bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya dirayakan secara seremonial, melainkan juga melalui kebersamaan dan ekspresi budaya yang menghidupkan semangat cinta tanah air.

Kamis, 20 Agustus 2026

Bimbingan Perkawinan KUA Gondomanan Bekali Calon Pengantin Hadapi Kehidupan Rumah Tangga


 

Yogyakarta – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Balai Nikah KUA Gondomanan. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–12.00 WIB tersebut diikuti para peserta calon pengantin sebagai bagian dari upaya mempersiapkan mereka menuju kehidupan rumah tangga yang harmonis, kokoh, dan penuh tanggung jawab.

Bimbingan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Penyuluh Keluarga Berencana Veronica Fara, S.Sos., Penyuluh Agama Islam KUA Gondomanan Suhartanto, S.Ag., serta Penghulu KUA Gondomanan M. Tsani Asykuri, S.Th.I. Ketiganya memberikan pembekalan dari perspektif keluarga berencana, keagamaan, serta kesiapan membangun kehidupan perkawinan. Sementara itu, Astuti, S.H.I. bertugas sebagai moderator yang memandu jalannya kegiatan sehingga materi dapat tersampaikan secara komunikatif dan interaktif.

Dalam penyampaian materi, para narasumber juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam melahirkan generasi yang berkualitas. Calon pengantin dibekali pemahaman bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, kesehatan, dan masa depan anak. Oleh karena itu, perencanaan keluarga yang matang menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik.


Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu periode emas sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada fase ini, asupan gizi, pola asuh, serta perhatian orang tua sangat menentukan tumbuh kembang anak. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran calon pengantin akan pentingnya kesiapan sejak awal pernikahan dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.

Tidak kalah penting, Bimwin juga menekankan konsep keluarga sakinah, yaitu keluarga yang dibangun atas dasar ketenangan, kasih sayang, dan rahmat Allah SWT. Keluarga sakinah diharapkan mampu menjadi tempat tumbuhnya nilai-nilai agama, komunikasi yang baik, serta penyelesaian masalah secara bijak dalam kehidupan rumah tangga.

Melalui Bimbingan Perkawinan ini, KUA Gondomanan terus mendorong lahirnya keluarga yang tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan, nilai keagamaan, komunikasi, dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah preventif untuk membangun keluarga yang sakinah serta membekali calon pengantin agar lebih siap menghadapi dinamika kehidupan setelah pernikahan.