Sabtu, 02 Mei 2026

Menjadi Guru yang Cerdas pada Sekolah Pertama

 


    Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei kembali menjadi momentum reflektif bagi bangsa Indonesia dalam meneguhkan komitmen terhadap kemajuan pendidikan. Pada tahun 2026, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah ajakan strategis untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas. Partisipasi ini tidak hanya sekedar dari kelas-kelas guru dan murid, namun bisa dari lingkungan terkecil yakni keluarga.

     Unit terkecil di dalam masyarakat adalah keluarga, yang terdiri dari seoarang suami, istri dan anak-anaknya. Seorang anak mengenal segala sesuatu di alam raya ini tentunya meniru dan belajar dari kedua orang tuanya. Utamanya dari ibunya yang sudah berinteraksi secara lahir dan batin sejak dalam kandungan, melahirkan, menyusui kemudian mengasuhnya. Disinilah peran seorang ibu sangat menentukan watak dan perilaku anaknya kelak. Download

    Ada ungkapan menarik dari seorang penyair Mesir yang bernama Hafez Ibrahim yang terkeal yaitu “Al-Ummu Madrasatul Ula, Ibu Sekolah Pertama bagi Anak”. Menjadi "madrasah pertama" bukan berarti wanita harus mengurung diri dari dunia luar. Sebaliknya, tugas ini menuntut wanita untuk menjadi sosok yang cerdas dan berwawasan luas. Ibu yang cerdas adalah ibu yang bisa setidaknya 3M:

  1. Mampu menjawab rasa ingin tahu anak dengan landasan iman dan logika yang benar.
  2. Menjadi penyaring (filter) bagi pengaruh buruk teknologi dan pergaulan luar.
  3. Membangun adab sebelum ilmu, agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat.

    Oleh karena itu ketika seorang wanita menyiapkan dirinya dengan ilmu, ia sebenarnya sedang menyiapkan calon pengurus bangsa yang gemilang. Mari jadikan rumah kita sebagai madrasah yang penuh cahaya ilmu, di mana cinta Allah ditanamkan sejak dini melalui tanganvwanita menyiapkan dirinya dengan ilmu, ia sebenarnya sedang menyiapkan sebuah bangsa yang kuat. Mari jadikan rumah kita sebagai madrasah yang penuh cahaya ilmu, di mana cinta Allah ditanamkan sejak dini melalui tangan lembut seorang ibu. (Astuti)

============================== Download =================================

Rabu, 29 April 2026

Sinergi Spiritual dan Tugas: Bimbingan Al-Qur’an di Polsek Gondomanan Perkuat Nilai Keagamaan Personel


 

Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Gondomanan melaksanakan kegiatan bimbingan Al-Qur’an di lingkungan Polsek Gondomanan pada Rabu, 29 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi anggota kepolisian agar tetap seimbang antara pelaksanaan tugas dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Dalam suasana yang khidmat, para peserta mengikuti pembelajaran membaca Al-Qur’an secara langsung dengan pendampingan penyuluh. Metode yang digunakan menyesuaikan kemampuan masing-masing peserta, sehingga proses pembelajaran berlangsung interaktif dan efektif. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara KUA dan institusi kepolisian dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.

Melalui bimbingan ini, diharapkan para personel Polsek Gondomanan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah serta mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Sinergi lintas sektor ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan berlandaskan nilai spiritual.

Nuansa Spiritual memperkuat Pembinaan di PP Al-Munawwir Krapyak



YOGYAKARTA – Dalam rangka memperkuat peran dan fungsi di tengah masyarakat, seluruh jajaran Penyuluh Agama Islam dari Kemantren Gondomanan turut serta dalam kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam se-Kota Yogyakarta. Acara ini berlangsung khidmat pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Aula G Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak.

Kegiatan ini merupakan agenda strategis yang dihadiri oleh seluruh Penyuluh Agama Islam, baik fungsional maupun non-fungsional dari seluruh wilayah Kota Yogyakarta.

Pembinaan ini menghadirkan dua narasumber utama dari Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta:

1. Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta: Memberikan arahan terkait kebijakan makro penguatan moderasi beragama dan peran penyuluh sebagai ujung tombak Kemenag di masyarakat.

2. Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Yogyakarta: Memfokuskan pada penguatan administrasi, optimalisasi penyuluhan berbasis digital, dan evaluasi program kerja di lapangan.

Pemilihan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak sebagai lokasi kegiatan memberikan nuansa spiritual tersendiri. Para penyuluh diharapkan dapat menyerap semangat keilmuan dan pengabdian dari salah satu pesantren bersejarah di Yogyakarta tersebut untuk diterapkan di wilayah binaan masing-masing, khususnya di wilayah Gondomanan.

"Penyuluh bukan sekadar pemberi informasi, tapi adalah penggerak perubahan di masyarakat. Di tempat yang penuh berkah ini, kita perbarui niat dan kompetensi kita," ungkap Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta dalam sambutannya. Tim Humas KUA Gondomanan

Selasa, 28 April 2026

Hidupkan Spirit Qur’ani di Jantung Pasar, Bimbingan Al-Qur’an Muttaqien Beringharjo Kian Menguat



YOGYAKARTA — Bimbingan Al-Qur’an di Majelis Taklim Masjid Muttaqien Pasar Beringharjo kembali terlaksana pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah aktivitas masyarakat, khususnya para pedagang dan warga sekitar pasar yang antusias mengikuti pembinaan keagamaan secara rutin.

Bimbingan dipandu oleh para Penyuluh Agama KUA Kemantren Gondomanan, yakni Samlawi Ersyad, S.Ag.,Astuti,S.H.I, Achmad Muslih, S.Hum., dan Suhartanto, S.Ag. Mereka memberikan pendampingan baca Al-Qur’an secara tartil, dengan perhatian khusus kepada jamaah bapak-bapak agar semakin baik dalam pelafalan dan pemahaman dasar tajwid. Suasana pembelajaran berlangsung khidmat namun tetap hangat, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menuntut ilmu.

Kegiatan ini terselenggara melalui sinergi yang erat antara KUA Kemantren Gondomanan dengan Takmir Masjid Muttaqien Pasar Beringharjo. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata pelayanan keagamaan yang inklusif dan membumi, menjangkau komunitas pasar sebagai ruang strategis dalam membumikan Al-Qur’an di tengah kehidupan sehari-hari.

Senin, 27 April 2026

Meneguhkan Syukur di Tengah Arus Globalisasi, Lentera Madhu Hadirkan Materi Reflektif di Masjid Taqarroba


 
Kegiatan Lentera Madhu Madrasah Dhuhur kembali digelar di Masjid Taqarroba pada Senin (27/04/2026) dengan menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Gondomanan, Achmad Muslih, S.Hum, sebagai pemateri. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi bertajuk “Syukur di Era Globalisasi” yang relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat modern saat ini.

Dalam pemaparannya, Achmad Muslih menyoroti bahwa kemajuan teknologi dan arus globalisasi membawa kemudahan akses informasi, namun juga memunculkan tantangan baru, seperti meningkatnya perbandingan hidup melalui media sosial dan munculnya rasa kurang dalam diri. Ia menekankan bahwa syukur di era ini berarti mampu mengelola diri agar tidak terjebak dalam budaya konsumtif, bijak dalam menggunakan teknologi, serta menjadikan kemajuan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa individu yang mampu menjaga rasa syukur di tengah derasnya arus globalisasi akan memiliki ketahanan mental yang lebih baik, tidak mudah merasa insecure, serta mampu menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran jamaah akan pentingnya nilai syukur sebagai fondasi kehidupan yang seimbang dan bermakna.

Menanamkan Nilai Qur’ani Sejak Dini, Penyuluh KUA Gondomanan Gelar Bimbingan Al-Qur’an di SDN Sayidan


 

Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Gondomanan melaksanakan kegiatan bimbingan Al-Qur’an di SDN Sayidan pada Senin (27/04/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan keagamaan sejak usia dini, sekaligus memperkuat kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an bagi para siswa di lingkungan sekolah dasar.

Dalam pelaksanaannya, penyuluh memberikan pendampingan langsung kepada para siswa dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami. Suasana pembelajaran berlangsung tertib dan penuh antusias, di mana para siswa tampak aktif mengikuti arahan serta praktik membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an serta mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. KUA Kemantren Gondomanan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program pembinaan keagamaan yang edukatif, inspiratif, dan berkelanjutan.

Kepala KUA Gondomanan Raih Penghargaan ASN Teladan dalam Apel Pagi Kemenag Kota Yogyakarta


Kepala KUA Kemantren Gondomanan, Mahmudi, S.Ag, menerima penghargaan sebagai ASN Teladan dalam kegiatan apel pagi yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta pada Senin (27/04/2026). Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kinerja, serta komitmen beliau dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat secara profesional dan berintegritas.

Penyerahan penghargaan berlangsung khidmat di halaman kantor Kemenag Kota Yogyakarta, disaksikan oleh seluruh ASN dan penyuluh agama Islam se-Kota Yogyakarta. Momentum ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan motivasi bagi seluruh pegawai agar terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menjaga nilai-nilai dasar ASN dalam setiap pelaksanaan tugas.

Dalam kesempatan tersebut, penghargaan yang diterima diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran, khususnya di lingkungan KUA Gondomanan, untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam mendorong terciptanya ASN yang unggul, profesional, dan berakhlak mulia.