Selasa, 18 Agustus 2026

Lentera Madhu: Kemerdekaan adalah Rahmat Allah dan Amanah Kebangsaan



Kepala KUA Gondomanan, Mahmudi, S.Ag., menyampaikan kultum dalam program Lentera Madhu (Madrasah Dhuhur) di Masjid Al Muhsin, Selasa (18/8/2026). Mengangkat tema “Kemerdekaan RI: Rahmat Allah, Nikmat Sejarah, Amanah Kebangsaan”, Mahmudi mengajak jamaah memaknai kemerdekaan Indonesia bukan sekadar momentum sejarah, tetapi sebagai anugerah, nikmat, sekaligus amanah dari Allah SWT yang harus disyukuri dan dijaga bersama.

Dalam tausiyahnya, Mahmudi mengulas perjalanan panjang perjuangan bangsa Indonesia sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945. Sejak kedatangan penjajah hingga masa menjelang kemerdekaan, berbagai perjuangan di Nusantara belum berhasil sepenuhnya membebaskan bangsa dari penjajahan. Momentum berakhirnya pendudukan Jepang setelah menyerah kepada Sekutu pada Agustus 1945 kemudian membuka jalan bagi lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka. Kesadaran tersebut tercermin dalam Pembukaan UUD 1945 melalui kalimat, “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa,” yang menegaskan pengakuan para pendiri bangsa terhadap peran rahmat Allah dalam kemerdekaan Indonesia.

Lebih lanjut, Mahmudi menegaskan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan amal dan tanggung jawab kebangsaan. Menurutnya, masyarakat dapat mensyukuri kemerdekaan dengan mengingat dan mendekat kepada Allah SWT, mengisinya dengan berbagai kebaikan, serta merawat kemerdekaan sesuai fungsi dan tujuan negara. Ia juga mengajak jamaah untuk berhati-hati dalam mengelola bangsa dan seluruh kekayaan yang dimiliki serta bersama-sama menjaga dan mempertahankan kemerdekaan dari berbagai ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT) demi terwujudnya Indonesia yang aman, maju, dan bermartabat.

PENTINGNYA INVESTASI AKHIRAT LEWAT AMAL JARIYAH



YOGYAKARTA (KUA GONDOMANAN) – Suasana khidmat menyelimuti kegiatan pengajian Majelis Taklim (MT) Al-Muttaqin yang berlangsung pada Selasa (18/8/2026). Di sela-sela rangkaian acara, Penyuluh Agama Islam Kemantren Gondomanan, Astuti, S.H.I., hadir memberikan kuliah tujuh menit (kultum) bertajuk "Cara Mudah Meraih Amal Jariyah: Pahala yang Tidak Terputus Walaupun Sudah Meninggal Dunia".

Dalam tausiyah singkatnya, Astuti, S.H.I. menekankan pentingnya bagi setiap muslim untuk mempersiapkan bekal terbaik sebelum kehidupan di dunia berakhir. Ia mengingatkan bahwa kematian merupakan kepastian, namun pahala kebaikan dapat terus mengalir jika seseorang memiliki tabungan amal jariyah selama hidupnya.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

"Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim no. 1631)

Lebih lanjut, beliau membagikan beberapa langkah sederhana dan praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meraih amalan tersebut, di antaranya:

Sedekah Jariyah Sederhana: Menafkahkan sebagian rezeki untuk pembangunan tempat ibadah, menyumbang mukena/Al-Qur'an di masjid, hingga menyediakan air minum bagi orang yang membutuhkan.

Menebarkan Ilmu Bermanfaat: Mengajarkan kebaikan, walau hanya satu ayat atau satu keterampilan positif, yang kemudian dipraktikkan dan diteruskan oleh orang lain.

Mendidik Anak dengan Nilai Agama: Membiasakan anak-anak berakhlak mulia dan mendoakan kedua orang tua, sehingga mereka menjadi aset investasi akhirat terbesar.

Para jemaah yang hadir tampak antusias menyimak penyampaian materi tersebut. Melalui kultum ini, diharapkan para anggota majelis taklim dapat makin terpacu untuk terus memperbanyak amalan yang bernilai panjang dan membawa keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Senin, 17 Agustus 2026

Perkokoh Sinergi Keagamaan, Penyuluh KUA Gondomanan Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Kanwil Kemenag DIY


YOGYAKARTA — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY berlangsung dengan penuh khidmat pada Senin (17/8/2026). Di antara barisan peserta yang memadati halaman Kanwil Kemenag DIY, hadir dua Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan, yakni Astuti, S.H.I. dan Samlawi Ersyad, S.Ag. Kehadiran mereka menjadi wujud nyata komitmen aparatur Kemenag dalam merawat semangat nasionalisme sekaligus mengukuhkan nilai-nilai kebangsaan.

Sepanjang pelaksanaan upacara yang dimulai sejak pagi hari, kedua penyuluh tersebut tampak berbaris rapi bersama jajaran ASN dan pegiat keagamaan dari berbagai satuan kerja se-DIY. Dengan balutan busana resmi dan semangat kemerdekaan, Astuti dan Samlawi Ersyad mengikuti setiap tahapan prosesi, mulai dari pengibaran Bendera Merah Putih hingga mengheningkan cipta. Kehadiran aktif delegasi KUA Gondomanan ini mencerminkan soliditas internal Kementerian Agama dalam mengawal kerukunan beragama di wilayah Yogyakarta.

Bagi para penyuluh agama, momentum peringatan kemerdekaan tingkat wilayah ini tidak sekadar agenda rutin protokoler, melainkan sarana penguat spiritualitas dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui keikutsertaan dalam upacara ini, pesan-pesan persatuan dan moderasi beragama diharapkan dapat makin kuat digaungkan dalam tugas pembinaan masyarakat sehari-hari di wilayah Kemantren Gondomanan. Upacara pun ditutup dengan tertib, menyisakan semangat membara untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.


KUA Gondomanan Unjuk Khidmat di Upacara HUT ke-81 RI, Penyuluh Agama Pimpin Doa Kebangsaan



YOGYAKARTA — Jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan menunjukkan semangat kebangsaan yang tinggi dengan menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kemantren Gondomanan, Senin (17/8/2026). Berlokasi di halaman SD Pangudi Luhur Yogyakarta, kehadiran lembaga keagamaan ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Gondomanan, Mahmudi, S.Ag., bersama jajaran pegawai. Kehadiran seluruh elemen masyarakat dan instansi lintas sektor ini mempertegas soliditas warga Gondomanan dalam mengawal kerukunan dan memperingati kemerdekaan secara khidmat.

Dalam jajaran rombongan KUA Gondomanan, Mahmudi didampingi oleh lima orang staf serta Penyuluh Agama Islam, Achmad Muslih, S.Hum. Kehadiran penuh tim KUA ini tidak hanya sekadar memenuhi undangan protokoler, melainkan bentuk komitmen nyata dalam menjaga sinergi antara instansi keagamaan dan pemerintah wilayah. Jalannya upacara berlangsung tertib dengan memadukan unsur kebangsaan yang kental di kawasan cagar budaya yang kaya akan nilai sejarah tersebut.

Momen puncaknya terjadi saat Achmad Muslih, S.Hum., dipercaya memimpin pembacaan doa dalam rangkaian upacara tersebut. Dengan untaian doa yang mendalam dan puitis, Penyuluh Agama Islam KUA Gondomanan tersebut mengajak seluruh peserta upacara memohon keberkahan, kedamaian, serta kemajuan bagi bangsa Indonesia di usia yang ke-81 tahun. Pembacaan doa yang berlangsung penuh kekhusyukan tersebut sukses menutup prosesi upacara dengan suasana spiritual yang menyatukan seluruh elemen peserta.


Jumat, 14 Agustus 2026

Kepala KUA Gondomanan Pimpin Doa pada Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026


 

Yogyakarta — Kepala KUA Gondomanan, Mahmudi, S.Ag., memimpin pembacaan doa pada Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Kodim 0734/Yogyakarta, Kamis (13/8/2026), diTK ABA Ratmakan Yogyakarta. Kehadiran Kepala KUA Gondomanan sebagai pemimpin doa menjadi bagian dari rangkaian acara resmi yang berlangsung khidmat, sekaligus memohon keberkahan atas terlaksananya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Upacara penutupan tersebut dipimpin oleh Wali Kota Yogyakarta bersama Komandan Kodim 0734/Yogyakarta serta dihadiri unsur Forkopimda, TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat. Momentum ini juga ditandai dengan peresmian hasil pembangunan fisik yang telah dilaksanakan melalui program TMMD sebagai wujud sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Melalui pembacaan doa, Kepala KUA Gondomanan mengajak seluruh hadirin untuk mensyukuri keberhasilan pelaksanaan TMMD sekaligus memohon agar hasil pembangunan yang telah diwujudkan membawa manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Partisipasi KUA Gondomanan dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kolaborasi lintas sektor dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan berdaya guna.

Kamis, 13 Agustus 2026

Matangkan Persiapan HUT RI ke-81, Penyuluh KUA Gondomanan Ikuti Gladi Upacara Tingkat Kemantren



YOGYAKARTA (KUA Gondomanan) — Penyuluh Agama Islam KUA Gondomanan, Achmad Muslih, S.Hum, mengikuti gladi kotor dan gladi bersih sebagai bagian dari persiapan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kemantren Gondomanan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di SD Pangudi Luhur, dan diikuti oleh seluruh petugas upacara dari berbagai unsur instansi di wilayah Kemantren Gondomanan.

Dalam pelaksanaan gladi, seluruh rangkaian upacara disimulasikan secara menyeluruh guna memastikan kesiapan setiap petugas sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Pada kesempatan tersebut, KUA Gondomanan mendapat kepercayaan sebagai petugas pembaca doa, yang diemban oleh Achmad Muslih, S.Hum. Gladi berlangsung dengan tertib dan lancar sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyukseskan pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan.



Keikutsertaan KUA Gondomanan dalam persiapan upacara menjadi wujud partisipasi aktif dalam mendukung agenda kenegaraan sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi di lingkungan Kemantren Gondomanan. Diharapkan, melalui persiapan yang matang, pelaksanaan Upacara HUT RI ke-81 dapat berlangsung khidmat, tertib, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan persatuan di tengah masyarakat.

Semarak HUT RI ke-81, Penyuluh dan Staf KUA Gondomanan Meriahkan Lomba Kebersamaan di Kemenag Kota Yogyakarta



YOGYAKARTA (KUA Gondomanan) — Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, penyuluh agama dan staf Kantor Urusan Agama (KUA) Gondomanan mengikuti berbagai perlombaan yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta tersebut diikuti oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenag Kota Yogyakarta sebagai ajang mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan.

Beragam perlombaan yang digelar menghadirkan suasana penuh semangat dan keceriaan, di antaranya estafet bola pingpong, estafet air, makan kerupuk, serta lomba karaoke. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas, kekompakan, dan semangat gotong royong. Gelak tawa dan sorak sorai mewarnai jalannya perlombaan, menciptakan atmosfer yang hangat dan penuh keakraban antarpegawai.

Keikutsertaan penyuluh agama dan staf KUA Gondomanan menjadi wujud dukungan terhadap rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI sekaligus memperkuat soliditas keluarga besar Kementerian Agama. Melalui kegiatan yang dikemas secara sederhana namun sarat makna ini, diharapkan terbangun semangat persatuan, kolaborasi, serta motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai nilai-nilai ASN BerAKHLAK dan semangat kebangsaan.