Kamis, 23 Juli 2026

Penyuluh Agama KUA Gondomanan Ikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif Pemilu 2029



YOGYAKARTA, KUA GONDOMANAN– Dalam rangka menyongsong Pemilu 2029 yang berintegritas dan bermartabat, Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Gondomanan, Astuti, S.H.I., turut hadir dan aktif mengikuti kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif yang diselenggarakan oleh Bawaslu D.I. Yogyakarta pada Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tatap muka yang dipusatkan di Kantor Bawaslu Kota Yogyakarta ini mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat". Sebelum mengikuti sesi diskusi tatap muka hari ini, Astuti bersama peserta terpilih lainnya telah menyelesaikan tahapan pembelajaran mandiri sejak 16 hingga 22 Juli 2026.

Kegiatan dibuka dengan serangkaian pengarahan serta sambutan hangat dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta dan jajaran pimpinan Bawaslu DIY.



Keterlibatan aktif Penyuluh Agama Islam dalam forum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran tokoh agama dan masyarakat dalam mengawal demokrasi. Diharapkan, ilmu dan wawasan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diteruskan kepada masyarakat luas demi terciptanya proses demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.(Astuti)

Rabu, 22 Juli 2026

Penghulu KUA Gondomanan Hadiri Rapat Koordinasi Kewaspadaan Dini, Perkuat Sinergi Lintas Sektor Jaga Kondusivitas Wilayah


 

YOGYAKARTA — Penghulu KUA Kemantren Gondomanan, M. Tsani Asykuri, S.Th.I., menghadiri Rapat Koordinasi Kewaspadaan Dini yang diselenggarakan di wilayah Kemantren Gondomanan pada Selasa (22/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kemantren (Forkompimtren), aparat TNI-Polri, instansi pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat sebagai forum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta kerukunan di wilayah Gondomanan.

Rapat koordinasi berlangsung dengan membahas berbagai isu strategis yang berkembang di masyarakat, sekaligus menyusun langkah antisipatif melalui penguatan komunikasi dan kolaborasi lintas sektor. Kehadiran Penghulu KUA Gondomanan menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam mendukung upaya deteksi dini terhadap potensi konflik sosial melalui pendekatan pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan harmoni antarwarga.



Melalui forum ini, seluruh peserta menegaskan pentingnya membangun koordinasi yang berkesinambungan antarinstansi guna mewujudkan wilayah Gondomanan yang aman, damai, dan kondusif. KUA Gondomanan siap terus bersinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan keagamaan sekaligus berkontribusi menjaga persatuan, kerukunan, dan ketahanan sosial masyarakat.

KUA Gondomanan Gelar Bimbingan Baca Al-Qur'an di Polsek Gondomanan


 Yogyakarta— Dalam upaya memberantas buta huruf Al-Qur’an serta meningkatkan nilai-nilai keagamaan di lingkungan Kepolisian, Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Keagamaan pada Rabu (22/07/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat di Masjid Baiturrahim Polsek Gondomanan ini dipimpin langsung oleh dua Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Gondomanan, yaitu Samlawi Ersyad, S.Ag. dan Astuti, S.H.I.

Program bimbingan ini ditujukan untuk memfasilitasi para personel Polsek Gondomanan yang ingin memperlancar bacaan Al-Qur'an, mulai dari tingkat dasar (Iqro) hingga perbaikan makhraj dan tajwid (Tahsin). Dalam penyampaiannya, Samlawi Ersyad, S.Ag. menegaskan pentingnya interaksi harian dengan Al-Qur'an sebagai benteng moral dan tuntunan hidup dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian. Sementara itu, Astuti, S.H.I. menambahkan bahwa program pemberantasan buta huruf Al-Qur'an ini merupakan agenda berkelanjutan dari KUA Gondomanan untuk merangkul berbagai lapisan instansi dan masyarakat di wilayah Gondomanan.


Kehadiran tim penyuluh KUA Gondomanan mendapat sambutan hangat dari jajaran Polsek Gondomanan. Para anggota tampak antusias mengikuti setiap tahapan bimbingan, mulai dari pembacaan ayat bersama hingga sesi koreksi mandiri. Melalui sinergi ini, KUA Gondomanan berharap kegiatan bimbingan di Masjid Baiturrahim Polsek Gondomanan dapat terus berjalan secara konsisten, sehingga cita-cita bersama dalam mewujudkan masyarakat dan aparatur yang bebas buta huruf Al-Qur'an dapat tercapai secara maksimal.

Optimalkan Layanan Informasi Kemasjidan, Penyuluh Agama KUA Gondomanan Ikuti Verifikasi Data dan Bimtek SIMAS 4.0



YOGYAKARTA (KUA Gondomanan) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan, Achmad Muslih, menghadiri Kegiatan Verifikasi, Validasi Data SIMAS, serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator SIMAS 4.0 yang diselenggarakan pada Rabu (22/7/2026). Bertempat di Ruang Rapat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenag DIY), kegiatan strategis ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari operator SIMAS kab/kota, operator SIMAS KUA kab/kota dan Bidang Urais.

Kegiatan yang berlangsung secara interaktif ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim (Katim) Kemasjidan, Kepustakaan Islam, dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag DIY, H. Ahmad Fauzi, S.Ag., M.S.I. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya pembaruan (*update*) data masjid dan musala pada sistem aplikasi SIMAS secara berkala. Menurutnya, akurasi data yang terintegrasi di SIMAS 4.0 tidak hanya menjadi fondasi utama dalam perumusan kebijakan teknis kemasjidan, tetapi juga wujud pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

Langkah ini menyikapi kebutuhan masyarakat luas akan ketersediaan informasi kemasjidan yang cepat, valid, dan dapat diakses dengan mudah. Melalui keikutsertaan aktif para penyuluh dan operator seperti Achmad Muslih, KUA Kemantren Gondomanan menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh digitalisasi data keagamaan. Diharapkan, hasil dari verifikasi dan validasi ini mampu menghadirkan basis data masjid yang makin solid, responsif, dan memberikan pemanfaatan nyata bagi tata kelola kemasjidan di wilayah Yogyakarta. (Muslih)

KUA Gondomanan Perkuat Tata Kelola Data Layanan Keagamaan melalui Rapat Koordinasi PIC Layanan Data


 

YOGYAKARTA — Kepala KUA Kemantren Gondomanan, Mahmudi, S.Ag., bersama PIC Layanan Data Novi Siti Fatonah menghadiri Rapat Koordinasi PIC Data Layanan KUA yang diselenggarakan Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta di Aula 1 Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengelolaan dan digitalisasi data layanan KUA sekaligus mengevaluasi kualitas data yang telah diinput oleh masing-masing KUA sebagai upaya meningkatkan pelayanan publik yang akurat, efektif, dan mudah diakses.

Dalam arahannya, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kota Yogyakarta, M. Tahrir, S.E., M.M., melakukan evaluasi terhadap laporan layanan data dari seluruh KUA se-Kota Yogyakarta. Evaluasi tersebut menitikberatkan pada kelengkapan, validitas, dan konsistensi data agar seluruh informasi pelayanan keagamaan dapat tersaji secara optimal dalam sistem digital. Kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen seluruh PIC dalam menjaga kualitas data sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan Kementerian Agama.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., menegaskan bahwa pengelolaan data yang baik akan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun instansi pemerintah dalam memperoleh informasi pelayanan keagamaan. Menurutnya, data yang lengkap dan tersusun secara sistematis akan menjadi rujukan yang kredibel bagi para pemangku kepentingan tanpa harus mencari informasi ke berbagai tempat. Di akhir sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh Kepala KUA dan PIC layanan data atas dedikasi dan ikhtiar yang telah dilakukan dalam mewujudkan layanan data keagamaan yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Tanamkan Sholat Sejak Dini, Penyuluh Gondomanan Edukasi Para Santri TPA Fathul Qorib


Yogyakarta (KUA Gondomanan) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama KUA Gondomanan, Astuti, S.H.I., memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi santri di TPA Fathul Qorib, Prawirodirjan, Gondomanan, pada Rabu (22/07/2026).Selain konsisten menjalankan program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an, pada kesempatan ini Astuti secara khusus menyampaikan materi Fiqh Ibadah dengan tema Syarat Wajib Salat. Materi disampaikan dengan metode yang mudah dipahami, menarik, dan interaktif agar anak-anak dapat menyerap pemahaman dasar agama dengan baik.

Dalam penyuluhan tersebut, Astuti menjelaskan kriteria-kriteria yang menyebabkan seseorang diwajibkan untuk menunaikan ibadah salat, seperti beragama Islam, telah baligh, dan berakal sehat. Ia juga memberikan edukasi pentingnya latihan membiasakan diri salat sejak kecil sebelum kewajiban tersebut benar-benar berlaku penuh saat dewasa.

Astuti, S.H.I. menuturkan bahwa pemahaman mengenai syarat wajib salat sangat penting sebagai landasan utama dalam membentuk kedisiplinan beribadah.
“Mengenalkan syarat wajib salat kepada anak-anak sejak usia dini merupakan bagian dari proses pembiasaan. Kita ingin anak-anak di bantaran Sungai Code tidak hanya sekadar bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang paham akan kewajiban agamanya dan terbiasa mendirikan salat dengan penuh kesadaran,” tutur Astuti.

Melalui bimbingan keagamaan secara berkala ini, KUA Kemantren Gondomanan berharap TPA Fathul Qorib dapat terus menjadi benteng moral yang kokoh dalam melahirkan generasi muda yang Qur’ani, berakhlak mulia, serta taat beribadah.(ast)

Selasa, 21 Juli 2026

Penyuluh Agama Islam Gondomanan Berikan Bimbingan Perkawinan Mandiri Bagi Calon Pengantin


 

YOGYAKARTA, KUA GONDOMANAN – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan terus berkomitmen memberikan layanan terbaik dalam pembinaan keluarga sakinah. Pada Selasa (21/07/2026), bertempat di Kantor KUA Kemantren Gondomanan, dilaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri bagi calon pengantin.

Hadir sebagai penasihat dan fasilitator dalam bimbingan tersebut yaitu Penyuluh Agama Islam Kemantren Gondomanan, Astuti, S.H.I. dan Achmad Muslih, S.Hum.

Dalam penyampaian materi, Astuti, S.H.I. menekankan pentingnya pemahaman hak dan kewajiban suami istri serta penyiapan mental spiritual dalam mengarungi bahtera rumah tangga. "Bimbingan ini menjadi ruang dialog sekaligus bekal awal agar calon pengantin memiliki pemahaman yang matang terkait prinsip-prinsip pernikahan dan komunikasi yang sehat dalam keluarga," paparnya.

Sementara itu, Achmad Muslih, S.Hum. memberikan panduan mengenai pengelolaan psikologi keluarga dan penyelesaian konflik secara bijak agar tujuan pernikahan terwujud dengan harmonis.

Sebagai bagian dari penguatan literasi dan bekal berkelanjutan, para calon pengantin juga dibekali dengan Buku "Fondasi Keluarga Sakinah" terbitan Kementerian Agama Republik Indonesia. Buku ini diserahkan secara langsung oleh para penyuluh sebagai panduan resmi yang memuat prinsip-prinsip dasar membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Melalui Bimbingan Perkawinan Mandiri ini, KUA Kemantren Gondomanan berharap para calon pengantin tidak hanya siap secara administratif dan hukum, tetapi juga siap secara ilmu dan mental untuk mewujudkan keluarga yang kokoh dan sejahtera.