Jumat, 31 Juli 2026

KUA Gondomanan dan SDN Sayidan Teken MoU Program Madrasah Diniyah


 

YOGYAKARTA (KUA Gondomanan) — Kantor Urusan Agama (KUA)  Gondomanan menjalin kerja sama dengan SD Negeri Sayidan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) penyelenggaraan Program Madrasah Diniyah. Penandatanganan yang dilaksanakan di Balai Nikah KUA Gondomanan pada Jumat (31/7/2026) ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pendidikan keagamaan dan pembinaan karakter peserta didik sejak usia dini.

MoU ditandatangani oleh Kepala KUA Gondomanan bersama Kepala SD Negeri Sayidan serta disaksikan oleh Penyuluh Agama Islam dan jajaran sekolah. Melalui kerja sama tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Gondomanan akan melaksanakan pembinaan secara berkala di SD Negeri Sayidan selama Tahun Ajaran 2026/2027. Program yang dilaksanakan meliputi Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an (PBHQ) dan pembinaan Aqidah Akhlak sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.



Kepala KUA Gondomanan menyampaikan bahwa sinergi antara KUA dan satuan pendidikan merupakan implementasi tugas Kementerian Agama dalam meningkatkan literasi Al-Qur'an serta membangun karakter generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan moderat. Sementara itu, Kepala SD Negeri Sayidan mengapresiasi kerja sama tersebut dan berharap program Madrasah Diniyah dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an serta membentuk akhlak peserta didik selama proses pembelajaran.

JARING ASPIRASI KARYAWAN MELALUI METODE ON THE SPOT, WUJUDKAN BANGUNAN MULTI KUALITAS UNGGUL


 

YOGYAKARTA – Ada yang berbeda dengan suasana Musyawarah Kerja (Musker) internal Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta, pada Kamis (31/07/2026). Pimpinan dan seluruh karyawan, mulai dari penghulu, staf, hingga penyuluh agama, menggelar rapat koordinasi langsung (on the spot) di titik lokasi yang akan menjadi target pembangunan kantor.

Aksi turun langsung ke lapangan ini sengaja dilakukan untuk menjaring aspirasi dan masukan riil dari para pegawai. Langkah ini dinilai lebih efektif agar seluruh personel bisa melihat langsung kondisi spasial dan memberikan gambaran tata ruang yang akurat terkait dua proyek utama: perluasan ruang penyuluh agama dan pengadaan studio podcast edukasi.

Saat ini, kapasitas ruang penyuluh di KUA Gondomanan dinilai kurang memadai dibanding jumlah personel yang ada. Melalui rembuk langsung di area proyek, para penyuluh bisa menyampaikan langsung kebutuhan tata letak meja kerja dan sirkulasi udara yang ideal demi menunjang kenyamanan tugas mereka.

Selain ruang kerja, area calon studio podcast juga menjadi sorotan utama dalam tinjauan lapangan tersebut. KUA Gondomanan berkomitmen menghadirkan ruang penyiaran digital yang representatif sebagai pusat edukasi keagamaan dan penyiaran informasi layanan bagi masyarakat Gondomanan secara modern.

"Sengaja kita bahas langsung di lokasi calon bangunan agar semua pegawai punya bayangan yang sama. Kami ingin ruang penyuluh yang baru nanti benar-benar fungsional karena personelnya banyak. Begitu juga dengan studio podcast, tata letak akustik dan estetikanya kita rancang bersama sejak awal di tempat ini," ujar Kepala KUA Gondomanan di sela-sela peninjauan.

Melalui pendekatan partisipatif langsung di lokasi ini, diharapkan cetak biru (blueprint) pembangunan KUA Gondomanan dapat segera dieksekusi dengan matang. Hasil pembangunan ini ditargetkan mampu meningkatkan kenyamanan internal pegawai sekaligus mendongkrak inovasi layanan keagamaan di Kota Yogyakarta (by. Mhd)

KUA Gondomanan Rutin Gelar Gemah Asri, Wujudkan Ekoteologi melalui Aksi Menanam Timun



YOGYAKARTA — Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan kembali melaksanakan kegiatan Gemah Asri (Gerakan Membangun Harmoni Asri) pada Jumat, 31 Juli 2026, di lingkungan kantor KUA Gondomanan. Seluruh pegawai mengikuti kegiatan kerja bakti yang dirangkaikan dengan penanaman tanaman timun sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, hijau, dan produktif. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Jumat pagi sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Pelaksanaan Gemah Asri sejalan dengan implementasi ekoteologi, yaitu penguatan nilai-nilai keagamaan yang mendorong tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi untuk menjaga, merawat, dan melestarikan alam. Melalui aksi sederhana seperti membersihkan lingkungan dan menanam tanaman produktif, KUA Gondomanan berupaya menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kepala KUA Gondomanan menyampaikan bahwa budaya menjaga kebersihan dan penghijauan harus terus dipelihara sebagai bagian dari etos kerja aparatur Kementerian Agama. Diharapkan kegiatan Gemah Asri tidak hanya menciptakan lingkungan kantor yang nyaman dan asri, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun budaya peduli lingkungan serta memperkuat semangat ekoteologi di tengah masyarakat.

Kamis, 30 Juli 2026

Mendedikasi Senja dan Sela Dagangan, KUA Gondomanan Hadirkan Pembelajaran Al-Qur'an di Masjid Muttaqien Beringharjo


YOGYAKARTA — Penyuluh Agama Islam KUA Gondomanan terus memperkuat pembinaan keagamaan melalui program belajar Al-Qur'an di Masjid Muttaqien Pasar Beringharjo, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini diikuti para pedagang pasar dan pensiunan dari berbagai wilayah Kota Yogyakarta yang bersama-sama mempelajari Iqra' dan Al-Qur'an dalam suasana yang hangat, tanpa memandang usia maupun latar belakang.

Program ini menjadi wujud pelayanan keagamaan yang inklusif sekaligus pendekatan jemput bola KUA Gondomanan kepada masyarakat. Mengingat lokasi Pasar Beringharjo berada di wilayah kerja KUA Gondomanan, pembelajaran rutin ini memberikan kesempatan bagi para pedagang untuk memperbaiki bacaan Al-Qur'an di sela aktivitas berdagang, sementara para pensiunan memperoleh ruang silaturahmi dan pembinaan spiritual di masa purnatugas.

Penyuluh Agama Islam KUA Gondomanan menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid, tetapi juga membangun semangat belajar sepanjang hayat serta memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjadikan Masjid Muttaqien sebagai pusat pembinaan keagamaan yang memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Penyuluh Agama Islam Gondomanan Ikuti “Sosialisasi Program Tim Penggerak Ekoteologi



YOGYAKARTA (KUA Gondomanan)— Penyuluh Agama Islam Kemantren Gondomanan turut aktif mengikuti kegiatan SISAPA (Siaran Sapa Pagi) yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta secara daring melalui Zoom Meeting.

Pada edisi kali ini, SISAPA mengusung tema “Sosialisasi Program Tim Penggerak Ekoteologi”, sebuah gagasan strategis yang memadukan pemahaman nilai-nilai keagamaan dengan komitmen pelestarian lingkungan hidup.

Melalui pemaparan para narasumber, dijelaskan pentingnya peran para penyuluh dan jajaran Kemenag dalam mengedukasi masyarakat mengenai Ekoteologi. Agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Pencipta dan sesama manusia, tetapi juga mencakup tanggung jawab moral untuk menjaga, merawat, serta melestarikan bumi dan lingkungan sekitar.

Penyuluh Agama Islam Gondomanan menyambut baik sosialisasi ini dan siap menindaklanjuti program Ekoteologi ke tengah-tengah masyarakat. Diharapkan, pesan-pesan kepedulian lingkungan dapat disisipkan secara konsisten dalam setiap bimbingan dan penyuluhan (bimwin) maupun majelis taklim di wilayah Kemantren Gondomanan.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Kemenag Kota Yogyakarta untuk mewujudkan "Kemenag Berdampak" serta mendukung gerakan lingkungan berbasis kepedulian umat secara berkelanjutan.

Penyuluh Gondomanan Melayani Konsultasi Syarat dan Persiapan Nikah


 

YOGYAKARTA (KUA Gondomanan)— Bertugas dalam jadwal piket pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Balaikota Yogyakarta pada Kamis (30/7/2026), Penyuluh Agama Islam Kemantren Gondomanan, Astuti, S.H.I., secara aktif memberikan layanan bimbingan dan konsultasi mengenai persyaratan administrasi serta persiapan pernikahan bagi Calon Pengantin (Catin).

Layanan terpadu ini merupakan bagian dari komitmen Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta untuk mempermudah akses informasi dan pelayanan keagamaan di ruang publik. Melalui booth Kemenag yang berlokasi di MPP Balaikota, masyarakat dapat berkonsultasi secara tatap muka dengan suasana yang aman, nyaman, dan fleksibel.

Dalam sesi pelayanan tersebut, Astuti, S.H.I. memberikan panduan komprehensif mengenai kelengkapan berkas administrasi pendaftaran nikah yang harus dipenuhi, prosedur alur pendaftaran, hingga pembekalan mengenai kesiapan fisik, mental, dan spiritual calon pengantin. Selain itu, ditegaskan pula pentingnya membangun fondasi ketahanan keluarga yang berlandaskan pada pemahaman hak dan kewajiban pasangan secara matang.

Melalui hadirnya piket pelayanan secara bergilir di MPP Balaikota Yogyakarta ini, diharapkan masyarakat Kota Yogyakarta dapat dengan mudah memperoleh kepastian informasi hukum keagamaan serta bekal awal yang kuat dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

KUA Gondomanan dan Bimas Islam Kemenag Kota Jogja Verifikasi Arah Kiblat Masjid Al-Ikhlas


 

YOGYAKARTA (KUA Gondomanan)— Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan bersama  Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Yogyakarta melaksanakan verifikasi dan kalibrasi arah kiblat di Masjid Al-Ikhlas, Prawirodirjan, Gondomanan, pada Kamis (30/7/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan keakuratan arah hadap salat bagi para jamaah, sekaligus memberikan kepastian hukum syar'i dalam tata kelola fasilitas tempat ibadah di wilayah Gondomanan.

Proses verifikasi yang berlangsung sejak pagi hari ini memanfaatkan metode pengukuran astronomis azimuth matahari. Tim gabungan berupaya maksimal mengoptimalkan momen jatuhnya sinar matahari untuk menentukan titik presisi kiblat, hingga menyusuri celah-celah sinar matahari yang masuk ke dalam gang padat di sekitar lingkungan masjid.

Kepala KUA Gondomanan menyampaikan bahwa akurasi arah kiblat merupakan salah satu aspek pelayanan keagamaan yang sangat krusial bagi masyarakat. Pengukuran ini juga menjadi bagian dari pendataan tata ruang rumah ibadah agar sesuai dengan standar ketetapan Kementerian Agama.

Pengurus Takmir Masjid Al-Ikhlas menyambut positif pendampingan dan verifikasi lapangan ini. Dengan dilakukannya penentuan titik kiblat secara resmi oleh pihak pakar dari Kemenag Kota Yogyakarta, jamaah kini dapat menjalankan ibadah salat dengan lebih tenang dan mantap.