Selasa, 13 Oktober 2026

Lentera Madhu KUA Gondomanan Bahas Ucapan Suami Istri yang Berisiko Hukum


Kepala KUA Gondomanan, Mahmudi, S.Ag., menyampaikan materi edukasi keluarga dalam kegiatan Lentera Madhu (Madrasah Dhuhur) yang diselenggarakan di Masjid Al Muhsin pada Selasa, 13 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, Mahmudi mengangkat tema “Kata-Kata yang Harus Dihindari Suami Istri karena Berisiko Hukum (Seri Pertama)” sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga ucapan dalam kehidupan rumah tangga.

Dalam pemaparannya, Mahmudi menjelaskan tiga jenis ucapan yang perlu diwaspadai, yaitu ucapan talak, zihar, serta tuduhan zina (qadzaf) yang berkaitan dengan li’an. Ucapan talak dapat menimbulkan konsekuensi terhadap ikatan perkawinan dan hak rujuk. Sementara itu, zihar, yakni pernyataan suami yang menyerupakan bagian tubuh istrinya dengan bagian tubuh perempuan yang haram dinikahi olehnya, memiliki konsekuensi hukum dan kewajiban kafarat sebelum suami dapat kembali melakukan hubungan suami istri. Adapun tuduhan zina terhadap pasangan tanpa dasar yang dibenarkan dapat menimbulkan konsekuensi hukum serius, termasuk dalam ketentuan li’an.

Melalui kegiatan Lentera Madhu ini, Mahmudi mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata, terutama ketika menghadapi persoalan atau konflik rumah tangga. Pemahaman terhadap hukum perkawinan dan tuntunan agama diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman, menjaga keharmonisan keluarga, serta mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.(Nv)


Senin, 12 Oktober 2026

Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas, KUA Gondomanan Terima Supervisi dan Monev dari Kemenag Kota Yogyakarta



YOGYAKARTA – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan menerima kunjungan supervisi serta monitoring dan evaluasi (monev) dari Tim Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dan Subbagian Kepegawaian Kementerian Agama Kota Yogyakarta pada Senin (12/10/2026). Kedatangan tim monev disambut hangat langsung oleh Kepala KUA Kemantren Gondomanan, Mahmudi, S.Ag., beserta jajaran staf. Kegiatan Monev ini bertujuan untuk memastikan kelancaran administrasi, efektivitas pengelolaan anggaran, serta penegakan kedisiplinan ASN di lingkungan KUA Kemantren Gondomanan.


Berdasarkan hasil evaluasi Tim Bimas Islam, pengelolaan Bantuan Operasional Perkantoran (BOP) di KUA Gondomanan dinyatakan akuntabel dan clear. Selain itu, kelengkapan administrasi Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk (NTCR) serta pengisian aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) tercatat lengkap dan tertib. Hasil positif ini menunjukkan komitmen kuat KUA Kemantren Gondomanan dalam menjaga akuntabilitas keuangan dan keteraturan pelayanan administrasi kepenghuluan bagi masyarakat.


Sementara itu, Tim Kepegawaian Kemenag Kota Yogyakarta memberikan pengarahan terkait kedisiplinan presensi pegawai, imbauan untuk rutin melakukan pembaruan (update) data mandiri pada Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) serta Sistem Informasi Masjid (SIMAS), hingga optimalisasi pendataan Majelis Taklim Mitra Umat. Menanggapi arahan tersebut, Kepala KUA Kemantren Gondomanan, Mahmudi, S.Ag., menegaskan kesiapannya untuk terus menindaklanjuti seluruh catatan monev guna meningkatkan kualitas tata kelola dan profesionalisme pelayanan publik di wilayah Gondomanan.

Kamis, 08 Oktober 2026

Membumikan Al-Qur’an, KUA Gondomanan Konsisten Dampingi Jamaah Muttaqien

 


Yogyakarta, 8 September 2026 — Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Gondomanan kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Al-Qur’an di Majelis Taklim (MT) Muttaqien, bertempat di Masjid Muttaqien, Beringharjo. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KUA Gondomanan dalam memberikan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan kepada masyarakat.

Bimbingan dilaksanakan dalam suasana khidmat dan interaktif, dengan peserta mendapatkan pendampingan dalam mempelajari serta memahami Al-Qur’an. Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai keislaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan rutin tersebut, KUA Gondomanan terus berupaya mendekatkan layanan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat. Bimbingan Al-Qur’an diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi Al-Qur’an, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat di wilayah Kemantren Gondomanan.

Rabu, 07 Oktober 2026

Bimwin Angkatan V KUA Gondomanan Perkuat Kesiapan Calon Pengantin Bangun Keluarga


 

Yogyakarta – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Angkatan V pada Rabu, 7 Oktober 2026, bertempat di Balai Nikah KUA Gondomanan. Kegiatan diikuti oleh lima pasangan calon pengantin dan dibuka dengan sambutan Kepala KUA Gondomanan, Mahmudi, S.Ag. Bimwin menjadi bagian dari upaya KUA dalam memberikan pembekalan bagi calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.


Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dengan materi yang relevan bagi kehidupan keluarga. Penyuluh Keluarga Berencana Veronica Fara D., S.Sos. menyampaikan materi tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sementara Penyuluh Agama Islam Suhartanto, S.Ag. membahas keluarga sakinah. Materi mengenai pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) disampaikan oleh Iptu Sunedi dari Polsek Gondomanan, sebagai bekal bagi calon pengantin dalam membangun rumah tangga yang aman, harmonis, dan saling menghargai.



Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sangat antusias dan aktif menyimak materi yang disampaikan. Melalui Bimbingan Perkawinan ini, KUA Gondomanan berharap para calon pengantin memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan keluarga, nilai-nilai keluarga sakinah, serta pentingnya mencegah KDRT, sehingga mampu membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan berkelanjutan.


Selasa, 06 Oktober 2026

Kunci Hidup Berkah: Rawat Enam Sifat Baik, Jauhi Empat Sifat Buruk


Penyuluh Agama KUA Gondomanan, Achmad Muslih, S.Hum., memberikan tausyiah kepada jamaah Majelis Taklim Muttaqien pada Selasa, 6 Oktober 2026, bertempat di Masjid Muttaqien, Pasar Beringharjo. Dalam kultumnya, Achmad Muslih menyampaikan materi tentang kunci kesuksesan dalam kehidupan melalui enam sifat terpuji yang perlu dimiliki serta empat sifat yang harus dihindari.

Enam sifat tersebut meliputi sabar, nriman, ngalah, loman, akas, dan temen. Sabar mengajarkan keteguhan dalam menghadapi ujian, nriman berarti menerima ketentuan Allah dengan penuh keikhlasan, sedangkan ngalah mencerminkan kerendahan hati. Loman berarti gemar berbagi, akas bermakna cekatan dan bersungguh-sungguh, sementara temen mengajarkan kejujuran dan kesungguhan dalam menjalani kehidupan. Jamaah Majelis Taklim Muttaqien tampak sangat antusias menyimak tausyiah dan menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap materi yang disampaikan.

Di sisi lain, jamaah diajak untuk menjauhi empat sifat tercela, yaitu srei, drengki, dumeh, serta adigang, adigung, adiguna. Sifat-sifat tersebut dapat menumbuhkan iri hati, kedengkian, kesombongan, dan sikap merasa lebih unggul dari orang lain. Melalui tausyiah ini, Achmad Muslih mengajak jamaah untuk terus memperbaiki akhlak dengan membiasakan sifat-sifat terpuji sebagai bekal membangun kehidupan yang harmonis, penuh keberkahan, dan diridai Allah SWT.


Senin, 05 Oktober 2026

Forkopimtren Gondomanan Perkuat Sinergi, Rayakan HUT TNI ke-81 di Koramil 12/Gondomanan


Kepala KUA Gondomanan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kemantren (Forkopimtren) Gondomanan menghadiri kunjungan dan silaturahmi dalam rangka memperingati HUT TNI ke-81 Tahun 2026 di Mako Koramil 12/Gondomanan, Senin (5/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 12.30 WIB tersebut dipimpin oleh Mantri Pamong Praja Kemantren Gondomanan dengan membawa tumpeng sebagai bentuk apresiasi, rasa syukur, dan penghormatan kepada keluarga besar Koramil 12/Gondomanan.

Kegiatan dihadiri Kapolsek Gondomanan, Danramil 12/Gondomanan beserta jajaran, Kepala KUA Gondomanan, Kepala Puskesmas, Lurah Prawirodirjan, Lurah Ngupasan, perwakilan Bank Indonesia, Kanit Binmas, serta Bhabinkamtibmas. Rangkaian acara meliputi sambutan, penyampaian ucapan HUT TNI ke-81, pemotongan tumpeng, ramah tamah, dan foto bersama. Danramil 12/Gondomanan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kebersamaan Forkopimtren yang menjadi wujud nyata soliditas dan sinergitas Tiga Pilar dalam menjalankan tugas di wilayah Gondomanan.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Momentum peringatan HUT TNI ke-81 tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada TNI, tetapi juga mempererat silaturahmi serta memperkuat kolaborasi antara TNI, Polri, Pemerintah Kemantren, KUA, dan seluruh unsur terkait dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas wilayah Gondomanan.


Selasa, 29 September 2026

Pesan Pemilu Damai dari Penyuluh KUA Gondomanan untuk Jamaah MT Muttaqin


Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan, Astuti, S.H.I., menyampaikan materi dakwah bertema "Menjadi Muslim yang Bijak dan Bermartabat Menjelang Pemilihan Umum" kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Muttaqin pada Selasa (29/9/2026). Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas, persatuan, dan persaudaraan di tengah dinamika serta perbedaan pilihan politik menjelang pesta demokrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Astuti mengingatkan para jamaah agar senantiasa menjaga kedamaian dan menolak segala bentuk tindakan yang merusak ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah. Beliau mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi oleh berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, fitnah, hingga praktik politik uang (risywah) yang berpotensi memecah belah keharmonisan warga. Sikap tabayyun atau verifikasi informasi dinilai menjadi kunci utama bagi setiap muslim sebelum menerima dan menyebarkan berita.

Melalui kegiatan pembinaan keagamaan ini, diharapkan jamaah MT Muttaqin dapat menjadi pelopor dalam mewujudkan Pemilu yang damai, jujur, dan berkeadilan di wilayah Gondomanan. Astuti juga mengimbau warga untuk menggunakan hak pilihnya secara bijak dan bertanggung jawab sesuai nurani demi melahirkan kepemimpinan yang membawa maslahat bagi masyarakat luas.(Ast)