Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2026

Awali Pekan dengan Tadarus, KUA Gondomanan Matangkan Kinerja dan Persiapan STQH Kota Yogyakarta


 YOGYAKARTA (KUA Gondomanan) — Mengawali aktivitas pekan ini dengan semangat kebersamaan dan peningkatan kinerja, KUA Kemantren Gondomanan menggelar rapat koordinasi rutin setiap Senin pada 31 Agustus 2026. Kegiatan yang diawali dengan tadarus Al-Qur’an tersebut diikuti oleh seluruh pegawai KUA Gondomanan dan berlangsung di ruang baru yang direncanakan menjadi ruang podcast KUA Gondomanan.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Kepala KUA Gondomanan, Mahmudi, S.Ag., menyampaikan pentingnya peningkatan kinerja dan profesionalitas seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Rakor menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus menyatukan langkah, sehingga setiap program dan tugas pelayanan dapat dilaksanakan secara optimal, efektif, dan penuh tanggung jawab.


Selain membahas peningkatan kinerja, rakor juga mematangkan persiapan pengiriman peserta Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) tingkat Kota Yogyakarta yang akan dilaksanakan pada 5 September 2026. Kesiapan jumlah peserta, seragam, hingga transportasi menjadi beberapa hal yang dibahas untuk memastikan seluruh peserta dari Kemantren Gondomanan dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan membawa semangat terbaik dalam ajang tersebut.

Selasa, 28 Juli 2026

PUSAKA SAKINAH KUA Gondomanan: “Menguatkan Ketahanan Keluarga, Membangun Peradaban Bangsa”


 

Yogyakarta (Humas) — Dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa, KUA Gondomanan melalui Program PUSAKA SAKINAH (Pusat Layanan Keluarga Sakinah) menyelenggarakan kegiatan pembinaan keluarga di Kelurahan Prawirodirjan pada Senin (28/6/2028). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan pembinaan keluarga yang edukatif, preventif, dan berkelanjutan hingga ke tingkat masyarakat.

Kepala KUA Gondomanan dalam penyampaiannya mengajak masyarakat membangun keluarga sakinah melalui pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keluarga yang kokoh lahir dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara istiqamah, yaitu senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT, mengawali masuk rumah dengan menyebut nama Allah, membiasakan membaca Al-Qur'an di rumah, memuliakan tamu, menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti, memberi manfaat bagi tetangga dan sesama, serta menumbuhkan kasih sayang di antara seluruh anggota keluarga.

Ia menegaskan bahwa ketahanan keluarga tidak hanya menjadi tanggung jawab setiap rumah tangga, tetapi juga merupakan investasi sosial yang menentukan kualitas generasi penerus dan kemajuan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan keluarga harus terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

Melalui Program PUSAKA SAKINAH, KUA Gondomanan berkomitmen menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada administrasi perkawinan, tetapi juga pada pendampingan dan penguatan keluarga agar mampu mewujudkan rumah tangga yang harmonis, tangguh, dan berakhlak mulia. Diharapkan, nilai-nilai keluarga sakinah yang terus ditanamkan akan menjadi pondasi lahirnya masyarakat yang rukun, sejahtera, dan berkontribusi dalam membangun peradaban bangsa(by. Mhd).

Jumat, 08 Mei 2026

Khutbah Jum’at: Menjadi Penolong di Tengah Luka Dunia

 


 Khutbah Jum’at: Menjadi Penolong di Tengah Luka Dunia

Achmad Muslih, S.Hum: Penyuluh Agama Islam KUA Gondomanan

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ للهِ. الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَالْعَفَافِ وَالْإِسْتِقَامَةِ، وَنَهَانَا عَنِ الْإِرْتِكَابِ الْفَوَاحِشِ وَالْمُنْكَرِ, وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah SWT. Takwa bukan sekadar rukuk dan sujud, melainkan sejauh mana kita mampu menebar manfaat bagi sesama makhluk-Nya.

Hari ini, tanggal 8 Mei 2026, dunia memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Momen ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan pengingat bagi kita tentang nilai universal yang dijunjung tinggi Islam: Kemanusiaan.

Ma’asyiral Muslimin,

Dunia kita hari ini tidak sedang baik-baik saja. Konflik bersenjata, krisis iklim yang memicu bencana alam, hingga ketimpangan ekonomi membuat jutaan manusia kehilangan rumah, kesehatan, dan harapan. Di sinilah peran relawan kemanusiaan—termasuk Bulan Sabit Merah—menjadi garda terdepan.

Islam sangat menekankan bahwa menyelamatkan satu nyawa manusia setara dengan menyelamatkan seluruh umat manusia. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ma'idah ayat 32:

وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗ

"...Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya..."

Ayat ini adalah Piagam Kemanusiaan yang luar biasa. Islam tidak bertanya apa agama orang yang sedang sekarat, apa sukunya, atau apa pilihan politiknya. Saat seseorang menderita, kewajiban kita adalah menolongnya.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Prinsip dasar gerakan kemanusiaan seperti Kenetralan dan Kemandirian sejalan dengan sifat mukmin yang sejati. Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain." (HR. Ahmad)

Membantu sesama tidak harus menunggu kita menjadi kaya atau bergabung dengan organisasi besar. Kita bisa memulainya dengan:

1.    Mendonorkan darah: Setetes darah kita adalah napas bagi orang lain.

2.    Kepedulian sosial: Peka terhadap tetangga yang sakit atau kesulitan.

3.    Mendukung lembaga kemanusiaan: Memberi dukungan moral maupun material bagi mereka yang bertaruh nyawa di daerah konflik dan bencana.

Jangan sampai hati kita mati rasa. Di era digital ini, jangan hanya menjadi penonton penderitaan orang lain lewat layar ponsel. Jadilah bagian dari solusi, sekecil apa pun itu.

Sebagai penutup, mari kita renungkan bahwa setiap tindakan kemanusiaan yang kita lakukan adalah investasi akhirat. Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman bahwa pada hari kiamat Dia akan menegur hamba-Nya:


"Wahai anak Adam, Aku sakit namun engkau tidak menjenguk-Ku." Hamba bertanya, "Bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau Tuhan semesta alam?" Allah menjawab, "Tidakkah kau tahu hamba-Ku si fulan sakit namun kau tidak menjenguknya? Seandainya kau menjenguknya, niscaya kau dapati Aku di sisinya." (HR. Muslim)

Ini adalah tamparan bagi kita jika kita mengaku beriman tapi abai terhadap penderitaan manusia.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada para relawan kemanusiaan di seluruh dunia, khususnya mereka yang bergerak di bawah panji Bulan Sabit Merah, agar terus konsisten membantu tanpa membedakan. Dan semoga kita digolongkan sebagai hamba-hamba-Nya yang ringan tangan dalam menolong sesama.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

 

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَ عِبَادَهُ بِالْخَيْرِ وَحَذَّرَهُمْ مِنَ الشَّرِّ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، وَنَسْتَغْفِرُهُ مِنَ الذُّنُوْبِ وَالزَّلَّاتِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ عَمَلٍ لَا يُرْضِيْهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Donwload Khutbah


Selasa, 18 November 2025

Penyuluh Agama Gondomanan Gelar Bimbingan Al-Qur’an Rutin di Pasar Beringharjo


 

Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Gondomanan, Suhartanto, S.Ag., dan Astuti, S.H.I., kembali melaksanakan bimbingan Al-Qur’an rutin pada Selasa, 18 November 2025, di Majlis Taklim Muttaqien Pasar Beringharjo. Kegiatan ini menjadi salah satu program pembinaan keagamaan yang secara konsisten dihadirkan untuk memperkuat pemahaman agama di kalangan jamaah sekitar pasar.

Bimbingan yang berlangsung pukul 08.00–09.30 tersebut diikuti oleh jamaah majelis taklim, para pedagang, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pasar Beringharjo. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan mereka dalam menyimak materi tajwid, tilawah, dan pemahaman dasar-dasar Al-Qur’an yang disampaikan oleh kedua penyuluh.

Program yang digelar setiap hari Selasa dan Kamis ini diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan spiritual sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga pasar. Dengan rutinitas yang terjaga, kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata menghadirkan nilai-nilai keislaman di tengah hiruk pikuk aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo.

Selasa, 11 November 2025

Lentera Madhu KUA Gondomanan Hidupkan Waktu Zuhur dengan Kajian Al-Qur’an di Masjid Al Muhsin



Lentera Madhu (Madrasah Dhuhur) KUA Kemantren Gondomanan kembali hadir di Masjid Al Muhsin pada Selasa, 11 November 2025. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap pekan ini bertujuan untuk mengisi waktu Zuhur dengan kajian keagamaan yang memperdalam pemahaman masyarakat terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam. Pada kesempatan kali ini, Ahmad Zaenuri, S.H., menjadi pengisi kajian dengan membawakan materi penjelasan Surat Ali Imran ayat 133–134.

Dalam penyampaian materinya, Ahmad Zaenuri menjelaskan kandungan ayat yang mengajak umat Islam untuk bersegera menuju ampunan Allah serta menanamkan sikap dermawan dan mampu menahan amarah. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi umat dalam membangun pribadi yang sabar, pemaaf, dan gemar berbuat kebajikan. Jamaah yang hadir terlihat antusias, menyimak dengan penuh perhatian, dan turut berdiskusi ringan mengenai makna ayat yang dikaji.

Melalui program Lentera Madhu ini, KUA Kemantren Gondomanan terus berupaya menghadirkan kegiatan pembinaan keagamaan yang ringan namun bermakna di tengah kesibukan masyarakat. Kajian singkat di waktu Zuhur diharapkan dapat menjadi penerang bagi hati dan pengingat bagi umat untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap aktivitasnya.

Senin, 10 November 2025

Kepala KUA Kemantren Gondomanan Isi Lentera Madhu di Masjid Taqarroba


 

Kepala KUA Kemantren Gondomanan kembali menjadi pengisi kegiatan Lentera Madhu (Madrasah Dhuhur) yang dilaksanakan pada Senin, 10 November 2025, di Masjid Taqarroba. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap waktu Dhuhur ini diikuti oleh jamaah setempat dan ASN di lingkungan KUA Gondomanan sebagai upaya memperkuat pembinaan keagamaan di sela aktivitas kerja.

Dalam tausiyahnya, Kepala KUA menyampaikan kajian dengan tema mensikapi utang yang diambil dari Surah Al-Baqarah ayat 282 — ayat terpanjang dalam Al-Qur’an yang mengatur tentang muamalah. Beliau menekankan pentingnya berhati-hati dalam berutang, di antaranya dengan prinsip: jika memungkinkan, sebaiknya tidak berutang; jika berutang, niatkan dengan sungguh-sungguh untuk melunasinya; serta pentingnya mencatat utang dan menghadirkan saksi agar terhindar dari perselisihan di kemudian hari.

Melalui kegiatan Lentera Madhu ini, Kepala KUA Kemantren Gondomanan berharap agar para jamaah semakin memahami nilai-nilai kehati-hatian dalam bermuamalah dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Lentera Madhu menjadi wadah yang tidak hanya memperdalam pemahaman agama, tetapi juga membentuk karakter jujur, amanah, dan bertanggung jawab dalam setiap aspek kehidupan.

Jumat, 31 Oktober 2025

Satu Hari Satu Hadits: Hadits Arba'in A-Nawawiyyah : 9

Hadits ke-9 Menjalankan Perintah Semampunya


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: «مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ» رواه البخاري ومسلم.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa yang aku larang bagi kalian maka jauhilah, dan apa yang aku perintahkan kepada kalian maka kerjakan semampu kalian. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyak bertanya dan menyelisihi para nabi mereka.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.
[Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 7288), Shahih Muslim (no. 1337)]


 

Kamis, 30 Oktober 2025

Satu Hari Satu hadits: Hadits Arba'in An-Nawawiyyah : 8

 

Hadits ke-8 Haram Darah Seorang Muslim

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: «أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ وَيُقِيْمُوْا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءهَمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالَى» رواه البخاري ومسلم.

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersyahadat lâ ilâha illâllâh dan muhammadur rasûlûllâh, menegakkan shalat, dan membayar zakat. Jika mereka melaksanakan hal tersebut, maka mereka telah memelihara harta dan darah mereka dariku kecuali dengan hak islam, dan hisab mereka diserahkan kepada Allah Ta’ala.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.
[Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 25), Shahih Muslim (no. 22)]

Rabu, 29 Oktober 2025

Satu Hari Satu Hadits: Hadits Arba'in An-Nawawiyyah: 7


 Hadits ke-7 Agama adalah Nasihat


عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْم بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رضي الله عنه أَنَّ النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ» قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: «للهِ، ولكتابه، ولِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ» رواه مسلم.

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Dari radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, dan pemimpin kaum muslimin dan orang awamnya.” Diriwayatkan oleh Muslim.
[Shahih: Shahih Muslim (no. 55), Sunan Abu Dawud (no. 4944), Sunan an-Nasa`i (VII/156-157), dan Musnad Ahmad (IV/102-103)]

Selasa, 28 Oktober 2025

Materi Kultum: Memupuk Semangat Sumpah Pemuda Bagi Kalangan Milenial

 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hari ini, kita kembali mengenang dan merayakan salah satu tonggak terpenting dalam sejarah bangsa, Hari Sumpah Pemuda ke-97, pada tanggal 28 Oktober 2025. Peringatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum untuk merevitalisasi janji suci tahun 1928, yang telah mengikat kita dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

Tema peringatan tahun ini, "Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu," adalah sebuah seruan nyata. Ini adalah panggilan bagi kita, generasi penerus, untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga mengaktualisasikan semangat persatuan dan pergerakan di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Ada tiga hal yang dapat kita ambil dari peringatan sumpah pemuda sebagai berikut:

1. Semangat Persatuan dalam

Semangat persatuan dan kolaborasi yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda sesungguhnya sangat sejalan dengan ajaran luhur agama kita, Islam. Allah SWT dan Rasul-Nya telah berulang kali menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari perpecahan. Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 103, yang menjadi fondasi utama persatuan umat:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ

Artinya: "Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedang (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." (QS. Ali Imran: 103)

Ayat ini memerintahkan kita untuk bersatu di bawah panji Ilahi dan mengingat nikmat persaudaraan setelah sebelumnya kita terpecah belah. Persatuan adalah karunia dari Allah, bukan sekadar hasil rekayasa manusia. Peran pemuda sangat mulia dalam pandangan Islam. Nabi Muhammad SAW menyebutkan keistimewaan pemuda yang mengisi masa mudanya dengan kebaikan dan ketaatan.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda tentang tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada hari Kiamat, salah satunya adalah:

وَشَابٌّ نَشَأَفِي عِبَادَةِ رَبِّهِ

Artinya: "...dan pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Rabbnya..." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa energi, ide, dan semangat pergerakan yang dimiliki pemuda harus diarahkan pada hal-hal yang diridhai Allah, termasuk dalam mewujudkan persatuan dan kemajuan bangsa. Pemuda bergerak bukan hanya secara fisik, tapi juga bergerak dalam ketaatan dan kebermanfaatan.

Para ulama senantiasa mengingatkan bahwa kekuatan pemuda harus diimbangi dengan ilmu dan moralitas. Imam Syafi'i pernah berpesan:

"Jika kamu tidak menyibukkan dirimu dengan hal-hal yang bermanfaat, maka nafsu akan menyibukkanmu dengan hal-hal yang sia-sia."

Kalam ini relevan dengan tema pergerakan. Pemuda harus bergerak secara produktif (dengan ilmu) dan bersatu untuk hal-hal yang bermanfaat bagi bangsa, menjauhkan diri dari perpecahan dan kesia-siaan.

2. Aktualisasi "Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu"

Sumpah Pemuda masa kini harus dimaknai dengan aksi nyata (bergerak) dan solidaritas lintas sektor (bersatu).

-       Pemuda Bergerak: Inovasi dan Kontribusi Nyata

Bergerak dalam Pendidikan dan Teknologi: Jangan hanya menjadi konsumen teknologi, tapi jadilah inovator dan kreator. Gunakan keahlian digital untuk mengatasi masalah sosial dan membangun ekonomi digital Indonesia.

Bergerak dalam Kemanusiaan dan Lingkungan: Aktif dalam kegiatan sosial, relawan bencana, atau pelopor gerakan ramah lingkungan. Pergerakan ini adalah bukti cinta tanah air.

-       Indonesia Bersatu: Melawan Perpecahan Digital

Tantangan terbesar persatuan saat ini adalah perpecahan di ruang digital. Sumpah Pemuda menuntut kita untuk:

Menjaga Persatuan Lintas Perbedaan: Kita diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal (li ta'arafu - QS. Al-Hujurat: 13), bukan untuk saling mencela.

Melawan Hoaks dan Ujaran Kebencian: Jadilah pemuda yang cerdas dan bijak dalam bersosial media, menyaring informasi, dan menyebarkan narasi persatuan.

3. Contoh Peristiwa Inspiratif Masa Kini

Kita melihat banyak pemuda yang telah mengamalkan semangat Sumpah Pemuda dalam konteks modern:

-       Gerakan Pemuda Lintas Komunitas di Tengah Bencana: Saat terjadi bencana alam, ribuan pemuda dari berbagai latar belakang suku, agama, dan komunitas tanpa ragu bergerak bersama menjadi relawan, menggalang dana, dan menyalurkan bantuan ke seluruh pelosok negeri. Ini adalah wujud nyata Indonesia Bersatu dalam kepedulian.

-       Inovator Muda di Bidang Teknologi dan Pertanian: Banyak pemuda di daerah yang bergerak menciptakan aplikasi untuk mempermudah petani memasarkan produk, atau mengembangkan teknologi energi terbarukan. Mereka bersatu dalam visi untuk memajukan ekonomi dan keberlanjutan bangsa, dari Sabang sampai Merauke.

-       Kampanye Literasi Digital oleh Pelajar/Mahasiswa: Kelompok pemuda yang bergerak memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya hoaks dan pentingnya etika berinternet, sebagai upaya menjaga persatuan bangsa dari perpecahan di dunia maya.

Hadirin yang mulia,

Sumpah Pemuda adalah warisan semangat, bukan hanya warisan kata-kata. Marilah kita jadikan momen Sumpah Pemuda ke-97 ini sebagai titik tolak untuk memperkuat ikrar pergerakan dan persatuan.

Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu! Mari kita satukan tekad, energi, dan kontribusi kita, demi mewujudkan cita-cita luhur Indonesia Emas 2045.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Satu Hari Satu Hadits : Hadits Arba'in An-Nawawiyyah: 6

 

Hadits ke-6 Halal dan Haram


عَنْ أَبِيْ عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بِشِيْر رضي الله عنهما قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: «إِنَّ الحَلالَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَات لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرأَ لِدِيْنِهِ وعِرْضِه، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَقَعَ فِيْهِ. أَلا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمَىً. أَلا وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ. أَلا وإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وإذَا فَسَدَت فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهيَ القَلْبُ» رواه البخاري ومسلم.

Dari Abu Abdillah an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya yang halal telah jelas dan yang haram telah jelas, dan di antara keduanya ada hal-hal yang samar yang tidak diketahui kebanyakan manusia. Barangsiapa menjaga diri dari hal yang samar (syubhat), sungguh dia telah memelihara agama dan kehormatannya, dan barangsiapa yang terjatuh pada yang syubhat, akan terjatuh pada yang haram, seperti penggembala yang menggembala di sekitar tanah larangan yang suatu saat akan memasukinya. Ketahuilah, sesungguhnya setiap raja memiliki batas larangan. Ketahuilah batas larangan Allah adalah hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah, di dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik baik pula seluruh tubuh, tetapi jika buruk buruk pula seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 52, 2051), Shahih Muslim (no. 1599)]