Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Hari ini, kita kembali mengenang dan merayakan salah satu tonggak
terpenting dalam sejarah bangsa, Hari Sumpah Pemuda ke-97, pada tanggal 28
Oktober 2025. Peringatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum untuk
merevitalisasi janji suci tahun 1928, yang telah mengikat kita dalam satu tanah
air, satu bangsa, dan satu bahasa.
Tema peringatan tahun ini, "Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia
Bersatu," adalah sebuah seruan nyata. Ini adalah panggilan bagi kita,
generasi penerus, untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga mengaktualisasikan
semangat persatuan dan pergerakan di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Ada tiga hal yang dapat kita ambil dari peringatan sumpah pemuda sebagai
berikut:
1. Semangat Persatuan dalam
Semangat persatuan dan kolaborasi yang diikrarkan dalam Sumpah
Pemuda sesungguhnya sangat sejalan dengan ajaran luhur agama kita, Islam. Allah
SWT dan Rasul-Nya telah berulang kali menekankan pentingnya menjaga
persaudaraan dan menghindari perpecahan. Allah SWT berfirman dalam QS. Ali
Imran ayat 103, yang menjadi fondasi utama persatuan umat:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا
ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ
بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ
Artinya: "Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali
(agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah
kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah
mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara,
sedang (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan
kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu
mendapat petunjuk." (QS. Ali Imran: 103)
Ayat ini memerintahkan kita untuk bersatu di bawah panji Ilahi dan mengingat
nikmat persaudaraan setelah sebelumnya kita terpecah belah. Persatuan adalah karunia
dari Allah, bukan sekadar hasil rekayasa manusia. Peran pemuda sangat mulia
dalam pandangan Islam. Nabi Muhammad SAW menyebutkan keistimewaan pemuda yang
mengisi masa mudanya dengan kebaikan dan ketaatan.
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda tentang
tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada hari Kiamat, salah satunya
adalah:
وَشَابٌّ
نَشَأَفِي عِبَادَةِ رَبِّهِ
Artinya: "...dan pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan)
kepada Rabbnya..." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan bahwa energi, ide, dan semangat pergerakan yang
dimiliki pemuda harus diarahkan pada hal-hal yang diridhai Allah, termasuk dalam
mewujudkan persatuan dan kemajuan bangsa. Pemuda bergerak bukan hanya secara
fisik, tapi juga bergerak dalam ketaatan dan kebermanfaatan.
Para ulama senantiasa mengingatkan bahwa kekuatan pemuda harus diimbangi
dengan ilmu dan moralitas. Imam Syafi'i pernah berpesan:
"Jika kamu tidak menyibukkan dirimu dengan hal-hal yang
bermanfaat, maka nafsu akan menyibukkanmu dengan hal-hal yang sia-sia."
Kalam ini relevan dengan tema pergerakan. Pemuda harus bergerak
secara produktif (dengan ilmu) dan bersatu untuk hal-hal yang bermanfaat bagi
bangsa, menjauhkan diri dari perpecahan dan kesia-siaan.
2. Aktualisasi "Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia
Bersatu"
Sumpah Pemuda masa kini harus dimaknai dengan aksi nyata (bergerak)
dan solidaritas lintas sektor (bersatu).
- Pemuda Bergerak: Inovasi dan
Kontribusi Nyata
Bergerak dalam Pendidikan dan Teknologi: Jangan hanya menjadi
konsumen teknologi, tapi jadilah inovator dan kreator. Gunakan keahlian digital
untuk mengatasi masalah sosial dan membangun ekonomi digital Indonesia.
Bergerak dalam Kemanusiaan dan Lingkungan: Aktif dalam kegiatan
sosial, relawan bencana, atau pelopor gerakan ramah lingkungan. Pergerakan ini
adalah bukti cinta tanah air.
- Indonesia Bersatu: Melawan
Perpecahan Digital
Tantangan terbesar persatuan saat ini adalah perpecahan di ruang
digital. Sumpah Pemuda menuntut kita untuk:
Menjaga Persatuan Lintas Perbedaan: Kita diciptakan
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal (li ta'arafu - QS.
Al-Hujurat: 13), bukan untuk saling mencela.
Melawan Hoaks dan Ujaran Kebencian: Jadilah pemuda yang cerdas dan
bijak dalam bersosial media, menyaring informasi, dan menyebarkan narasi
persatuan.
3. Contoh Peristiwa Inspiratif Masa Kini
Kita melihat banyak pemuda yang telah mengamalkan semangat Sumpah
Pemuda dalam konteks modern:
- Gerakan Pemuda Lintas Komunitas di
Tengah Bencana: Saat terjadi bencana alam, ribuan pemuda dari berbagai latar
belakang suku, agama, dan komunitas tanpa ragu bergerak bersama menjadi
relawan, menggalang dana, dan menyalurkan bantuan ke seluruh pelosok negeri.
Ini adalah wujud nyata Indonesia Bersatu dalam kepedulian.
- Inovator Muda di Bidang Teknologi
dan Pertanian: Banyak pemuda di daerah yang bergerak menciptakan aplikasi untuk
mempermudah petani memasarkan produk, atau mengembangkan teknologi energi
terbarukan. Mereka bersatu dalam visi untuk memajukan ekonomi dan keberlanjutan
bangsa, dari Sabang sampai Merauke.
- Kampanye Literasi Digital oleh
Pelajar/Mahasiswa: Kelompok pemuda yang bergerak memberikan edukasi kepada
masyarakat tentang bahaya hoaks dan pentingnya etika berinternet, sebagai upaya
menjaga persatuan bangsa dari perpecahan di dunia maya.
Hadirin yang mulia,
Sumpah Pemuda adalah warisan semangat, bukan hanya warisan
kata-kata. Marilah kita jadikan momen Sumpah Pemuda ke-97 ini sebagai titik
tolak untuk memperkuat ikrar pergerakan dan persatuan.
Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu! Mari kita satukan tekad,
energi, dan kontribusi kita, demi mewujudkan cita-cita luhur Indonesia Emas
2045.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.