Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei kembali menjadi momentum reflektif bagi bangsa Indonesia dalam meneguhkan komitmen terhadap kemajuan pendidikan. Pada tahun 2026, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah ajakan strategis untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas. Partisipasi ini tidak hanya sekedar dari kelas-kelas guru dan murid, namun bisa dari lingkungan terkecil yakni keluarga.
Unit terkecil di dalam masyarakat adalah keluarga, yang terdiri dari seoarang suami, istri dan anak-anaknya. Seorang anak mengenal segala sesuatu di alam raya ini tentunya meniru dan belajar dari kedua orang tuanya. Utamanya dari ibunya yang sudah berinteraksi secara lahir dan batin sejak dalam kandungan, melahirkan, menyusui kemudian mengasuhnya. Disinilah peran seorang ibu sangat menentukan watak dan perilaku anaknya kelak. Download
Ada ungkapan menarik dari seorang penyair Mesir yang bernama Hafez Ibrahim yang terkeal yaitu “Al-Ummu Madrasatul Ula, Ibu Sekolah Pertama bagi Anak”. Menjadi "madrasah pertama" bukan berarti wanita harus mengurung diri dari dunia luar. Sebaliknya, tugas ini menuntut wanita untuk menjadi sosok yang cerdas dan berwawasan luas. Ibu yang cerdas adalah ibu yang bisa setidaknya 3M:
- Mampu menjawab rasa ingin tahu anak dengan landasan iman dan logika yang benar.
- Menjadi penyaring (filter) bagi pengaruh buruk teknologi dan pergaulan luar.
- Membangun adab sebelum ilmu, agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat.
Oleh karena itu ketika seorang wanita menyiapkan dirinya dengan ilmu, ia sebenarnya sedang menyiapkan calon pengurus bangsa yang gemilang. Mari jadikan rumah kita sebagai madrasah yang penuh cahaya ilmu, di mana cinta Allah ditanamkan sejak dini melalui tanganvwanita menyiapkan dirinya dengan ilmu, ia sebenarnya sedang menyiapkan sebuah bangsa yang kuat. Mari jadikan rumah kita sebagai madrasah yang penuh cahaya ilmu, di mana cinta Allah ditanamkan sejak dini melalui tangan lembut seorang ibu. (Astuti)
============================== Download =================================





