Selasa, 28 Oktober 2025

Materi Kultum: Memupuk Semangat Sumpah Pemuda Bagi Kalangan Milenial

 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hari ini, kita kembali mengenang dan merayakan salah satu tonggak terpenting dalam sejarah bangsa, Hari Sumpah Pemuda ke-97, pada tanggal 28 Oktober 2025. Peringatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum untuk merevitalisasi janji suci tahun 1928, yang telah mengikat kita dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

Tema peringatan tahun ini, "Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu," adalah sebuah seruan nyata. Ini adalah panggilan bagi kita, generasi penerus, untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga mengaktualisasikan semangat persatuan dan pergerakan di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Ada tiga hal yang dapat kita ambil dari peringatan sumpah pemuda sebagai berikut:

1. Semangat Persatuan dalam

Semangat persatuan dan kolaborasi yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda sesungguhnya sangat sejalan dengan ajaran luhur agama kita, Islam. Allah SWT dan Rasul-Nya telah berulang kali menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari perpecahan. Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 103, yang menjadi fondasi utama persatuan umat:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ

Artinya: "Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedang (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." (QS. Ali Imran: 103)

Ayat ini memerintahkan kita untuk bersatu di bawah panji Ilahi dan mengingat nikmat persaudaraan setelah sebelumnya kita terpecah belah. Persatuan adalah karunia dari Allah, bukan sekadar hasil rekayasa manusia. Peran pemuda sangat mulia dalam pandangan Islam. Nabi Muhammad SAW menyebutkan keistimewaan pemuda yang mengisi masa mudanya dengan kebaikan dan ketaatan.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda tentang tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada hari Kiamat, salah satunya adalah:

وَشَابٌّ نَشَأَفِي عِبَادَةِ رَبِّهِ

Artinya: "...dan pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Rabbnya..." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa energi, ide, dan semangat pergerakan yang dimiliki pemuda harus diarahkan pada hal-hal yang diridhai Allah, termasuk dalam mewujudkan persatuan dan kemajuan bangsa. Pemuda bergerak bukan hanya secara fisik, tapi juga bergerak dalam ketaatan dan kebermanfaatan.

Para ulama senantiasa mengingatkan bahwa kekuatan pemuda harus diimbangi dengan ilmu dan moralitas. Imam Syafi'i pernah berpesan:

"Jika kamu tidak menyibukkan dirimu dengan hal-hal yang bermanfaat, maka nafsu akan menyibukkanmu dengan hal-hal yang sia-sia."

Kalam ini relevan dengan tema pergerakan. Pemuda harus bergerak secara produktif (dengan ilmu) dan bersatu untuk hal-hal yang bermanfaat bagi bangsa, menjauhkan diri dari perpecahan dan kesia-siaan.

2. Aktualisasi "Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu"

Sumpah Pemuda masa kini harus dimaknai dengan aksi nyata (bergerak) dan solidaritas lintas sektor (bersatu).

-       Pemuda Bergerak: Inovasi dan Kontribusi Nyata

Bergerak dalam Pendidikan dan Teknologi: Jangan hanya menjadi konsumen teknologi, tapi jadilah inovator dan kreator. Gunakan keahlian digital untuk mengatasi masalah sosial dan membangun ekonomi digital Indonesia.

Bergerak dalam Kemanusiaan dan Lingkungan: Aktif dalam kegiatan sosial, relawan bencana, atau pelopor gerakan ramah lingkungan. Pergerakan ini adalah bukti cinta tanah air.

-       Indonesia Bersatu: Melawan Perpecahan Digital

Tantangan terbesar persatuan saat ini adalah perpecahan di ruang digital. Sumpah Pemuda menuntut kita untuk:

Menjaga Persatuan Lintas Perbedaan: Kita diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal (li ta'arafu - QS. Al-Hujurat: 13), bukan untuk saling mencela.

Melawan Hoaks dan Ujaran Kebencian: Jadilah pemuda yang cerdas dan bijak dalam bersosial media, menyaring informasi, dan menyebarkan narasi persatuan.

3. Contoh Peristiwa Inspiratif Masa Kini

Kita melihat banyak pemuda yang telah mengamalkan semangat Sumpah Pemuda dalam konteks modern:

-       Gerakan Pemuda Lintas Komunitas di Tengah Bencana: Saat terjadi bencana alam, ribuan pemuda dari berbagai latar belakang suku, agama, dan komunitas tanpa ragu bergerak bersama menjadi relawan, menggalang dana, dan menyalurkan bantuan ke seluruh pelosok negeri. Ini adalah wujud nyata Indonesia Bersatu dalam kepedulian.

-       Inovator Muda di Bidang Teknologi dan Pertanian: Banyak pemuda di daerah yang bergerak menciptakan aplikasi untuk mempermudah petani memasarkan produk, atau mengembangkan teknologi energi terbarukan. Mereka bersatu dalam visi untuk memajukan ekonomi dan keberlanjutan bangsa, dari Sabang sampai Merauke.

-       Kampanye Literasi Digital oleh Pelajar/Mahasiswa: Kelompok pemuda yang bergerak memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya hoaks dan pentingnya etika berinternet, sebagai upaya menjaga persatuan bangsa dari perpecahan di dunia maya.

Hadirin yang mulia,

Sumpah Pemuda adalah warisan semangat, bukan hanya warisan kata-kata. Marilah kita jadikan momen Sumpah Pemuda ke-97 ini sebagai titik tolak untuk memperkuat ikrar pergerakan dan persatuan.

Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu! Mari kita satukan tekad, energi, dan kontribusi kita, demi mewujudkan cita-cita luhur Indonesia Emas 2045.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.