Senin, 02 Maret 2026

Akselerasi Ketahanan Keluarga, KUA Gondomanan Gelar Bimbingan Sakinah Maslahat

 


YOGYAKARTA – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan kembali melakukan langkah proaktif dalam memperkuat fondasi sosial kemasyarakatan. Bertempat di Masjid Al-Muhsin, KUA Gondomanan menyelenggarakan agenda Bimbingan Keluarga Sakinah Maslahat pada Minggu, 1 Maret 2026.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gondomanan, Achmad Muslih, S.Hum., sebagai upaya strategis dalam memberikan edukasi berkelanjutan mengenai ketahanan keluarga di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.

Implementasi Nyata "The Most KUA Move"

Penyelenggaraan bimbingan ini merupakan implementasi nyata dan tindak lanjut dari program "The Most KUA Move For Sakinah Maslahat". Program unggulan tersebut menuntut peran KUA untuk lebih adaptif dan "menjemput bola" dalam memberikan pelayanan edukasi di luar kantor.

Dalam pemaparannya, Achmad Muslih menekankan bahwa keluarga sakinah bukan sekadar cita-cita domestik, melainkan fondasi utama bagi kemaslahatan umat yang lebih luas.

"Keluarga adalah unit terkecil masyarakat. Jika ketahanan di tingkat keluarga kokoh, maka ketahanan sosial bangsa akan ikut kuat. Melalui bimbingan ini, kita ingin setiap pasangan memiliki visi yang sama dalam membangun rumah tangga yang membawa manfaat (maslahat) bagi lingkungan sekitarnya," ujar Muslih di hadapan para peserta.

 

Fokus pada Komunikasi dan Manajemen Konflik

Agenda yang berlangsung khidmat di Masjid Al-Muhsin ini menyoroti beberapa poin krusial dalam kehidupan berumah tangga, di antaranya:

  • Komunikasi Asertif: Membangun dialog terbuka antara suami, istri, dan anak untuk meminimalisir ego sektoral.

  • Manajemen Konflik Domestik: Memberikan solusi berbasis nilai-nilai agama dalam menghadapi dinamika ekonomi dan sosial.

  • Pola Asuh (Parenting): Menanamkan pentingnya pendampingan spiritual bagi anak di era digital.

Respon Positif Masyarakat

Pemilihan hari Minggu sebagai waktu pelaksanaan dinilai sangat tepat karena memungkinkan kehadiran anggota keluarga secara lebih lengkap. Masjid Al-Muhsin pun menjadi saksi antusiasme warga yang ingin memperdalam pemahaman mereka mengenai literasi keluarga.

Langkah KUA Gondomanan ini diharapkan dapat menjadi role model bagi wilayah lain dalam upaya menekan angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sekaligus mewujudkan masyarakat Yogyakarta yang harmonis dan religius.