Selasa, 18 Agustus 2026

PENTINGNYA INVESTASI AKHIRAT LEWAT AMAL JARIYAH



YOGYAKARTA (KUA GONDOMANAN) – Suasana khidmat menyelimuti kegiatan pengajian Majelis Taklim (MT) Al-Muttaqin yang berlangsung pada Selasa (18/8/2026). Di sela-sela rangkaian acara, Penyuluh Agama Islam Kemantren Gondomanan, Astuti, S.H.I., hadir memberikan kuliah tujuh menit (kultum) bertajuk "Cara Mudah Meraih Amal Jariyah: Pahala yang Tidak Terputus Walaupun Sudah Meninggal Dunia".

Dalam tausiyah singkatnya, Astuti, S.H.I. menekankan pentingnya bagi setiap muslim untuk mempersiapkan bekal terbaik sebelum kehidupan di dunia berakhir. Ia mengingatkan bahwa kematian merupakan kepastian, namun pahala kebaikan dapat terus mengalir jika seseorang memiliki tabungan amal jariyah selama hidupnya.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

"Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim no. 1631)

Lebih lanjut, beliau membagikan beberapa langkah sederhana dan praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meraih amalan tersebut, di antaranya:

Sedekah Jariyah Sederhana: Menafkahkan sebagian rezeki untuk pembangunan tempat ibadah, menyumbang mukena/Al-Qur'an di masjid, hingga menyediakan air minum bagi orang yang membutuhkan.

Menebarkan Ilmu Bermanfaat: Mengajarkan kebaikan, walau hanya satu ayat atau satu keterampilan positif, yang kemudian dipraktikkan dan diteruskan oleh orang lain.

Mendidik Anak dengan Nilai Agama: Membiasakan anak-anak berakhlak mulia dan mendoakan kedua orang tua, sehingga mereka menjadi aset investasi akhirat terbesar.

Para jemaah yang hadir tampak antusias menyimak penyampaian materi tersebut. Melalui kultum ini, diharapkan para anggota majelis taklim dapat makin terpacu untuk terus memperbanyak amalan yang bernilai panjang dan membawa keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.