Kepala KUA Kecamatan Gondomanan, Mahmudi, S.Ag., menyampaikan tausyiah dalam kegiatan Lentera Madhu (Madrasah Dhuhur) di Masjid Taqarobba, Senin (28/9/2026). Dalam tausyiahnya, Mahmudi mengingatkan bahwa tekanan kehidupan atau stresor yang dihadapi masyarakat saat ini semakin berat dan dapat berdampak pada kondisi psikologis maupun kesehatan. Ia menyoroti sejumlah fenomena sosial, seperti meningkatnya angka bunuh diri, perceraian, tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas, serta semakin banyaknya masyarakat yang berkonsultasi kepada psikiater, termasuk dari kalangan pelajar SLTP dan SLTA.
Mahmudi menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dipaparkan, kasus bunuh diri tercatat 1.332 kasus pada 2023, dengan 425 kasus berkaitan dengan masalah ekonomi; meningkat menjadi 1.403 kasus pada 2024, dengan 448 kasus berkaitan dengan faktor ekonomi; dan kembali meningkat menjadi 1.503 kasus pada 2025, dengan 480 kasus berkaitan dengan masalah ekonomi. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut menjadi pengingat penting agar masyarakat tidak hanya memperhatikan kesehatan jasmani, tetapi juga memperkuat ketahanan spiritual dan mental dalam menghadapi berbagai tekanan kehidupan.
Sebagai upaya menghadapi kondisi tersebut, Mahmudi mengajak jamaah untuk memperbanyak zikir, menunaikan salat dengan sebaik-baiknya, serta tidak larut dalam masa lalu. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat iman hingga melahirkan sikap pasrah dan berserah diri kepada Allah SWT, sekaligus meningkatkan ketakwaan yang diwujudkan melalui sikap hati-hati dalam menjalani kehidupan. Dengan penguatan iman dan ketakwaan, diharapkan masyarakat memiliki ketenangan batin serta keteguhan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.


